Selamat pagi/siang/sore/malam,

Nama gue Lego. Ada dua makna dari kata Lego. Kalau dalam bahasa latin, Lego artinya “to put together” (menyatukan) . Sementara dalam bahasa Danish, Lego itu diambil dari kata LEg GOdt, yang artinya “play well” (bermain dengan baik). Dua-duanya merupakan doa dari orang tua gue.

Bokap gue saat ini menjabat sebagai duta besar Indonesia di Vietnam . Sebelumnya beliau bekerja sebagai diplomat. Penempatan negaranya berbeda-beda. Sepanjang gue hidup, gue pernah tinggal di Inggris dan Korea karena ikut bokap bertugas.

Gue anak tunggal. Nyokap gue kebetulan udah meninggal sewaktu gue umur 5 tahun. Gue nggak banyak ingat soal dia. Sosok wanita dewasa yang ada untuk gue sepanjang gue tumbuh adalah Tante Kiki. Beliau adalah adik dari bokap gue. Dahulu kami tinggal bersama. Kalau bokap lagi tugas di luar negeri, Tante Kiki tinggal di rumah bokap sendirian. Sekarang Tante Kiki sudah menikah dan tinggal bersama suaminya. Tetapi hubungan kami masih baik.

Bokap sudah menikah lagi dengan seorang perempuan yang gue panggil Tante Ambar saat gue kuliah. Gue senang bokap menikah lagi, karena kasihan juga melihat dia kesepian. Sekarang jadi ada yang menemani beliau saat bertugas ke negara lain dan gue tidak merasa bersalah karena memutuskan untuk menetap di Indonesia. Gue tidak ingin terus berpindah-pindah. Gue ingin memiliki sebuah tempat yang gue sebut rumah.

Di samping itu Tante Ambar adalah wanita yang menyenangkan. Dia sayang sama gue dan gue juga menghormati dia.
Tante Ambar sebelumnya sudah pernah menikah namun diceraikan suaminya karena tidak bisa memiliki anak. Gue dan Tante Ambar jadiya saling melengkapi. Gue punya sosok ibu, dan Tante Ambar dapat menyayangi seseorang sebagai anaknya, meski anaknya langsung gede.

Kalau secara fisik, gue ini cukup tinggi. Bokap nyokap gue orang Jawa, tetapi gue selalu dikira keturunan Tiong Hoa. Memang mata gue agak sipit dan kulit gue putih. Yah nggak masalahlah selama menurut mereka gue masih enak dilihat haha. Gue pakai kacamata. Di rumah lor yang juga berkacamata adalah Arla. Ehmm mungkin ini kurang penting.

Gue bekerja sebagai dokter umum di sebuah klinik di Jakarta. Gue juga bekerja sebagai penulis lepas di sebuah majalah kesehatan. Untuk ke depannya gue ingin mengambil spesialis Urologi. Cuma kayaknya masih males untuk sekolah lagi. Gue masih ingin menikmati waktu luang yang cukup banyak.

Gue dikenal sebagai orang yang cukup positif di kalangan teman-teman. Mungkin mereka benar, karena gue memang jarang sedih. Yang membuat gue jarang sedih adalah keberadaan teman-teman baik gue, terutama Arya.

Gue temenan saya Arya udah lama banget. Gue sih bisa dengan yakin bilang kalau dia teman terbaik gue. Alesannya simpel, kita saling jaga. Hal yang menurut gue bisa membuat seseorang menjaga dengan tulus orang lainnya adalah perasaan senang di kala orang itu senang, dan sedih di kala orang itu sedih. Percaya deh, nggak semua temen lo bisa melakukan hal itu. Bahkan nggak semua sodara lo bisa melakukan hal itu.

Mencapai kesuksesan itu nggak gampang-gampang amat sih. Tetapi mencapai kesuksesan dan membuat orang lain ikutan sukses itu susah banget. Kalau kita sukses tetapi orang di sekitar lo nggak merasakan manfaatnya, potensi mereka untuk nggak senang dengan kesuksesan lo akan lebih besar. Nggak ada yang salah dengan itu. Berdasarkan obrolan gue dengana Arya sih setiap orang itu punya perasaan tidak aman. Dan kelebihan orang lain sering meningkatkan perasaan tidak aman itu. Itu manusiawi. Sukses sendiri dan nggak bikin orang lain senang itu pun manusiawi.

Poin gue adalah, kalau lo memiliki orang yang bisa melakukan hal tadi, yaitu senang di kala lo senang dan seterusnya, maka lo udah menjadi orang yang sangat terbekati. Dan gue percaya gue punya setidaknya enam. Bokap gue, Tante Ambar, dan teman-teman serumah gue yaitu Arya, Arman, Carine, dan bahkan Arla meskipun Arla nggak selalu menunjukkannya. Selain mereka, masih ada dua orang teman kami yang sering berkumpul bersama, yaitu Joker dan Fahri. Gue tidak dekat dengan mereka berdua seperti halnya gue merasa terhubung dengan keempat teman serumah gue. Tetapi mereka berdua tetap orang-orang yang cukup bisa menghibur gue.

Jadi kalau ada yang tanya kenapa gue bisa terus positif, jawabannya ya karena gue nggak punya alasan untuk nggak merasa demikian. Dan gue berharap setiap orang juga bisa merasa demikian. Have a great day everyone😀

.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s