3.05 Sakitnya tuh di sini!

Selama 24 jam terakhir hati Carine terasa panas. Rasanya seperti ada hawa panas yang membuatnya sesak nafas, benar-benar sakitnya tuh di siniiii –> di jantung Carine.

Setelah ngambek dan mematikan handphone karena Joker terlambat menjemputnya, Carine akhirnya menghubungi salah satu temannya yang berdomisili di Melbourne dan meminta izin untk menginap di tempatnya. Seharusnya Carine tinggal di apartemen Joker, namun lantaran ngambek, akhirnya ia pergi dari airport tanpa memberikan kabar kepada Joker mengenai keberadaannya. Sewaktu menyalakan handphone, besar harapannya bahwa akan ada banyak pesan atau misscall dari Joker. Kenyataannya ia hanya menemukan satu pesan WA dari Joker.

Gua udah sampe. Gua di McD. Lu mana?

“Nyebelin bangetttt!!!”, pikir Carine saat kecewa melihat handphone-nya. “Nggak ada khawatir-khawatirnya! Dasar brengseekk!!!”

Memang Carine tidak memberikan kabar apa-apa kepada Joker. Menurut Carine seharusnya Joker sudah lapor polisi saat ini, atau melakukan berbagai cara untuk mengetahui kabarnya.

“Rin, lo nggak nelpon temen lo?”, tanya Rita. Teman Carine yang akhirnya ia tumpangi. “Kasihan lho nanti nyariin.”

“Nggak! Boro-boro. Gue mati juga dia bodo amat.”

“Siapa sih temen lo?”

“Ada namanya Joker.”

“Joker? Rian?”, ternyata Rita mengetahui nama asli Joker.

“Lo kenal?”

“Kenal. Orang Indonesia di sini ya itu-itu aja. Apartemennya dia deket sini lho. Lo nggak mau gue anterin ke sana?”

“Kenapa sih? Lo nggak seneng ya gue inepin? Ngusir?”, kata Carine ketus.

“Bukan gitu. Tapi kan lo janjiannya sama Joker. Harusnya lo kasih kabarlah ke dia.”

“Males ah! Eh lo nelpon siapa?”, Carine bertanya kepada Rita yang dilihatnya tiba-tiba menelepon seseorang. “Lo nelpon siapaa?”, Carine menghampiri Rita.

“Nih ngomong nih! Temen lo Carine nginep di tempat gue”, ujar Rita kepada orang yang ia telpon. Rita kemudian menyodorkan HPnya kepada Carine.

Carine mengambil handphone Rita dan langsung mematikannya. Ia kemudian melihat nama Rian Joker muncul kembali di panggilan masuk. Rita mengambil kembali HPnya dan menjawab panggilan tersebut. Carine berusaha mengambil HP Rita, Rita mengelak.

“Ker, gimana nih? Lo ngapain sih? Berantem ya?….OK. Ya udah. Lo tau tempat gue kan? Sekarang? OK”, Rita kemudian menutup HPnya.

“Joker jemput lo di sini. Lo jangan kabur.”

“Dih lo! Ngapain sih bilang-bilalng. Gue cabut ah!”

“Mau kemana Rin emangnya?”

“Tau ah, nginep di hotel kek! Mana kek!”

“Jangan kayak anak kecil gitu ah! Joker lagi jalan ke sini. Lo pokoknya ketemuin dia”, Rita berkata tegas. Carine hanya mendengus.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s