Sok Agnostik

“Gua balik ya. Besok sahur nih”, Joker berpamitan kepada Carine dan Fahri. Sebelumnya Joker, Fahri, dan Carine sedang mengobrol di ruang tengah Rumah Lor seperti biasa.

“Oh iya udah puasa ya?”, ujar Fahri.

“Eh bencong,! Kok lu nggak tau? Emang lu nggak puasa?”, tegur Joker.

“Enggak”, jawab Fahri enteng.

“Kenapa? Lagi dapet?”, ejek Carine.

“Gue emang nggak puasa”, jawab Fahri.

“Hah? Sejak kapan?”, Joker mengurungkan niatnya untuk pulang. Ia duduk kembali di sofa.

“Udah dua Ramadhan gue nggak puasa”, jawab Fahri.

“Pindah agama?”, tanya Carine.

“Enggak. Tetep Islam.”

“Serius?? Carine aja yang Manado puasa”, Joker melihat ke arah Carine. “Perasaan lu ikut kita buka puasa melulu.”

“Buka puasa ya buka puasa aja. Siangnya gue tetep makan hihihi”, jawab Fahri menyebalkan.

“Lo kenapa nggak puasa Ri? Kalo Joker yang nggak puasa, gue masih bisa paham. Tapi elo kan orang paling standar sedunia”, tanya Carine dengan bonus ejekannya.

“Baru mulai sok agnostik dia. Tau sendiri kan anak-anak labil yang suka ngerasa keren karena nggak percaya Tuhan”, cibir Joker.

“Ihh jutek amat sihh. Mentang-mentang ditinggal Arya. Nek, umur-umur kita udah nggak masuk akal puasa. …”

“Nek nek, emang gua nenek lu!”, Joker tidak terima dipanggil Nek oleh Fahri.

“Eh iya..Kek..ADUH!”, Fahri menjerit kesakitan saat dipukul Joker.

“Kalau tujuan puasa untuk merasakan susahnya orang yang nggak mampu, gue juga tau kok susahnya jadi orang nggak mampu. Bertahun-tahun gue udah puasa, udah tau rasanya kelaparan dan kehausan.”

“Puasa kan soal latihan menahan diri juga Ri”, jawab Carine.

“Itu dia. Gue udah sering nahan diri. Mau liburan, nggak punya uang. Mau main, nggak bisa karena harus kerja. Lagi horny, nggak punya pacar. Kalau ike masih harus nahan makan dan minum lagi….duhhh nggak masuk akal kelesss!!!”, jawab Fahri menyebalkan. Joker dan Carine memutar bola mata masing-masing. Benar-benar hina teman mereka yang satu itu.

“Ngomong-ngomong, Arya nggak pulang?”, Fahri bertanya kepada Carine. Joker berusaha tidak peduli namun sebenarnya ingin mengetahui keberadaan Arya. Arya tidak bilang siapa-siapa mengenai kelulusannya. Tanpa ada angin ataupun hujan, Arya tiba-tiba pergi ke Bali. Tidak jelas sampai kapan dan saat ini tidak jelas apakah ia masih ada di Bali atau tidak. Tidak pamit kepada Joker, pacarnya. Selama Arya pergi, hampir pesan teman-temannya tidak pernah dibalas. Hanya kadang-kadang membalas dengan singkat untuk mengabarkan kalau dirinya baik-baik saja dan meminta untuk tidak diganggu. Ia juga mengabarkan kalau ia pasti kembali, hanya butuh waktu menyendiri sementara. Namun sudah tiga bulan Arya belum kembali.

“Entahlah”, jawab Carine.

“Kita nggak mau lapor polisi?”, ujar Fahri lagi. “Kali aja dia sebenarnya diculik, tapi disuruh message kita kalau semuanya baik-baik aja.”

“Hush!!! Amit-amit”, Carine mengetuk tangannya ke meja. “Kita tau Arya. Penculik juga ogah nyulik dia”, canda Carine.

“Gue balik yah. Kali ini beneran”, Joker beranjak pergi. Tidak ingin mendiskusikan Arya lebih jauh.

“Kalau masih sayang balikan aja kaliiiii!”, goda Fahri menyebalkan. Joker tidak menggubrisnya dan berjalan keluar dari Rumah Lor.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s