2.04 Justru Karena Susah

“Ya, lo pernah patah hati nggak sih?”, Carine menghampiri Arya yang sedang berada di ruang tengah Rumah Lor.

“Ya pernahlah!”, jawab Arya dengan yakin. “Pertanyaan lo basa basi banget!”

“Abis lo kayaknya nyantai-nyantai aja. Gue pengen kayak lo”, komentar Carine terhadap teman satu rumahnya yang jarang mengeluh karena masalah percintaan. Berbeda dengan dirinya.

“Cari aja sesuatu yang lo suka banget untuk lakuin. Jadiin pacar lo cinta kedua.”

“Gue suka fashion, tapi nggak mengalahkan cinta gue ke cowok.”

“Ya udah terima aja.”

“Tapi gue nggak mau. “

“Kenapa?”

“Karena nggak enak Ya. Ujung-ujungnya gue lebih butuh cowok-cowok yang gue suka ketimbang mereka butuh gue. Gue yang lebih sering makan hati. BTW lo patah hati kapan?”

“Waktu putus sama Mojo sedih. Waktu dulu putus sama Joker juga sedih. Waktu putus sama Joker dan gue tau dia udah kencan sama cewek lain juga sedih.”

“Terus lo gimana ngatasinnya.”

“Gue telen. Gue rasain nggak enaknya. Gue jadiin motivasi buat belajar, buat kuliah, buat kerja. Karena rasanya nggak enak banget jadi gue harus ngerjain hal lain.”

“Duh nggak sanggup gue.”

“Coba aja. Lo belom pernah absen kencan kan Rin.?”

“Ini lagi absen gueeeee!!”

“Oke. Lo belom pernah absen nyari cowok kan?”, Arya meralat pertanyaannya. “Coba deh lo puasa kencan dulu. Biasain diri lo nggak ada cowok. Coba cek HP hanya pada jam-jam tertentu aja untuk ngecek kerjaan. “

“Doh susah banget sih!”

“Ya justru karena susah, bakalan berhasil.”

“Gitu ya?”

“Iyah. Yang lo harus inget efeknya nggak instan. Ada masanya lo gatel banget pengen kencan lagi. Tapi kalo emang mau kayak gue ya gitu caranya. Liat deh, di pergaulan kita siapa-siapa aja yang bisa santai kalo ngadepin percintaan. Arman, Lego, sama Arla. Arla punya penelitiannya, Arman sibuk sama kerjaan dan musiknya, Lego juga gitu. Joker sibuk, tapi nggak cinta sama kerjaannya. Fahri suka sama kerjaannya tapi kurang sibuk. Elo suka sama kerjaan lo tapi juga kurang sibuk. Pikiran-pikiran kampret tuh lebih mungkin muncul saat lo nggak sibuk”, Arya menjelaskan.

“Hmmm..”, Carine berpikir

“Lo di dunia fashion pengen ngapain sih sebenernya?”

“Pengen punya brand sendiri.”

“Ya udah bikin aja.”

“Susah Ya.”

“Justru karena susah, makanya bakalan lebih menyita waktu lo. “

“Caranya gimana?”

“Lah kok lo nanya gue? Gue lebih nggak paham soal dunia fashion. Apa kek, lo design baju kek, jual online kek, ikut kompetisi kek. “

“Iya juga ya.”

“Gimana sih lo?

“Iya gue tuh pengen design baju buat berdua. Buat bff cewek-cewek gitu. Semacam kembaran tapi modelnya nggak sama persis. Entah sama motifnya atau sama temanya.”

“Ya udah. Bikin aja.”

“Elo sama gue aja yang jadi modelnya mau nggak?”

“Yeh kok jadi gue?”

“Soalnya lo sama gue gayanya beda banget. Kan lucu kalo dibikin setema tapi kepribadian kita masih keliatan. Lucu ihhh sekalian gue jadi model.”

“Duh males ah.”

“Gue bayar deh Yaaaa..”, Carine memohon.

“Oh dibayar. Okeh kalo gitu.”

“Ihh gitu banget sih sama temeeeenn!!”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s