2.01 Grrrrrrrrr

Carine sedang berdiri memandangi menu dari sebuah kafe yang ditulis dengan kapur di papan yang terletak di belakang kasir. Jam menunjukkan pukul 12 saat Carine memutuskan untuk memesan makan siangnya.

“Mas Adit mau pesan apa?”, tanya penjaga kasir dari kafe tersebut. Carine mengetahui bahwa pertanyaan tersebut bukan ditujukan untuk dirinya. Carine iseng melirik ke arah laki-laki yang disapa penjaga kasir tersebut. Ada seorang laki-laki cukup tampan yang sudah siap memesan selagi Carine belum memantapkan niatnya untuk memilih makan siangnya. Laki-laki tersebut berpakaian layaknya pegawai kantoran. Kemeja, celana pahan, dan sepatu hitam pantofel. Bukan tipe anak band yang biasanya digebet Carine, tetapi laki-laki itu cukup menarik bagi Carine.

“Satu Spaghetti Carbonara Mbak. Take away”, jawab laki-laki tersebut. Saat Carine masih memandangi laki-laki tersebut, laki-laki yang nampaknya namanya adalah Adit itu juga melirik ke arah Carine. Carine bertatapan mata ke mata dengannya. Sontak Carine langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain. Carine yang merasa bahwa penampilannya kurang cantik di hari itu langsung merasa menyesal.

Kenapa gue hari ini nggak dandan ya. Padahal jelas-jelas gue yang punya prinsip kalau setiap saat kita harus cantik karena siapa tau lo akan ketemu jodoh”, kutuk Carine dalam hati.

Laki-laki tersebut meninggalkan kasir begitu menerima uang kembaliannya. Carine buru-buru memesan makan dan satu gelas Ice Cappucino. Setelah membayar, Carine mencoba mencari sosok laki-laki tersebut. Sayangnya ia tidak menemukannya. Entah menunggu di mana si Mas Adit itu.

Carine mengambil handphonenya dan mengetik pesan untuk Joker. Joker memang teman Carine yang paling sering ia ceritakan mengenai laki-laki gebetannya, tidak peduli seberapa tidak serius jenjang hubungannya, termasuk saat ia hanya berpapasan dengan cowok menarik.

Carine : Ker. Gue nyesel banget deh hari ini. Kenapa gue keluar kantor nggak dandan ya? Tadi pas gue pesen makan siang, sebelah gue ada cowok oke banget. Sebel ahh. Gue lagi bulukan banget. Ya Allah semoga masih jodoh.

Carine melihat layar handphone. Belum ada tanda-tanda Joker akan membalas pesan Carine di aplikasi Whatsapp. Carine menyeruput Ice Cappucino-nya yang datang terlebih dahulu sebelum makan siangnya. Kurang lebih 20 menit kemudian, Carine menerima pesan masuk dari Joker yang memiliki nama asli Rian Kardjowisastro.

Rian Kardjowisastro : Hahaha cowok tuh nggak tertarik sama yang kece-kece Rin. Yang penting aura lu. Mungkin dia merasa.

Carine : Aura apaan?

Rian Kardjowisastro : Aura cari jodoh. Hahaha

Carine :Dia ngelirik ke arah gue pas gue di sebelahnya. Kebetulan doang.

Rian Kardjowisastro : Cukup Rin. Dia gitu aja udah inget.

Carine : Bukan karena ngecengin gue

Rian Kardjowisastro : Kadang ada kesempatan kedua.

Carine : Tapi gue melihat ke dalam matanya. Mudah-mudahan dia inget.

Rian Kardjowisastro : Kadang nggak ada sama sekali hahahaha.

Rian Kardjowisastro : Hahaha Inget Rin. Cuma kalo cowok nggak ambil pusing.

Carine : Ahahaha mudah-mudahan ketemu lagi.

Rian Kardjowisastro : Cowok tuh seneng liat yang kece-kece, tapi seneng menghabiskan waktu sama yang asik.

Carine : Ya kan dia nggak tau gue asik.

Rian Kardjowisastro : Kalo kece tapi rempong cowok males Rin.

Carine : Sebelum dia tau gue asik kan dia harus tertarik sama kecenya gue.

Rian Kardjowisastro : Ya lu asikin aja siapa tau ketemu lagi, eitss alam bisa berbicara Rin Hahahahaha.

Carine : Amin. Ya Allah mudah-mudahan yang ini jodoh.

Rian Kardjowisastro : Siapa tau pas dia lihat lu, dia disentil sama alam. Santai aja. Kayak kentut, kalo emang kudu keluar bisa enak banget, kalo lu paksa malah keluar tai.

Carine : Sampah lo. Keluar pada waktunya ya? Kok lo ngasalnya makin mirip Arya sih!

Rian Kardjowisastro : Hahahaha yeee timing-nya harus pas. Semua ada waktunya. Nggak ada yang namanya kebetulan. Nih Arya ngasih pesen. Jodoh di tangan Tuhan, tapi lu harus berani ngerebut dari Tuhan. Kalo lu nggak berani, Tuhan mana kasih? Lu disangka bercanda. Lu bercanda ya dibercandain lagi hahahahaha.

Carine : Lo lagi sama Arya? Emang lo nggak kerja?

Rian Kardjowisastro : Gua kan Account Executive. Sering pergi keluar cari klien. Hari ini lagi nggak ada meeting. Gua makan siang aja sama Arya nemenin dia ngetik.

Carine : Nggak takut dipecat?

Rian Kardjowisastro : Bentar lagi dipecat gua kayaknya. Lagi males jualan gua. Males!

Carine : Oooo. Eh btw temenin gue nonton Interstellar dong. Udah lama gue nggak curhat galau sama lo.

Rian Kardjowisastro : Yah gue nonton itu sama Arya. Lu nonton film Senyap aja yuk sama kita.

Carine : Ah ogah ah. Masa nemenin orang pacaran? Lagian sejak kapan lo demen nonton film Senyap?

Rian Kardjowisastro : Yeee kayak baru kenal kemaren aja lu sama kita berdua.

Carine : Ah nggak asik lu ah. Semenjak pacaran nggak pernah jalan berdua bareng gua lagi.

Rian Kardjowisastro : Yaaaa emang lu nggak bosen jalan berdua sama gua?

Carine : Enggak. Emang lu nggak bosen jalan sama Arya melulu? Di rumah udah pacaran, jalan bareng, nonton bareng, makan bareng. Entar cepet putus loh!

Rian Kardjowisastro : Yee nyumpahin. Kagaklah.

Carine : Ya udah kapan jalan berdua sama gue?

Rian Kardjowisastro : Minggu depan deh. Tapi jangan weekend ya.

Carine : Wuuu. Kenapa?

Rian Kardjowisastro : Gua ada kawinan.

Carine : Pergi sama Arya?

Rian Kardjowisastro : Ya iyalah.

Carine : Nyebelin! Sejak punya pacar lupa sama temen!

Rian Kardjowisastro : Lah kok lu posesif sama gua?

Carine : Bodo!

Carine kemudian memasukkan handphonenya ke dalam tas dengan geram dan tidak melihatnya untuk beberapa jam kemudian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s