The Right Person to Bring that Side Out of Me

Arya sama Joker obrolannya lagi panjang niiiih. Masih dengerin mereka ngobrol di hari yang sama nggak apa-apa yaaa?

Kalau mau lihat awal percakapannya bisa lihat post ini.
Atau bisa juga lihat interaksi Arya dan Joker lainnya.
Atau bisa juga baca kisah para penghuni Rumah Lor dari Pertama.

 

Cuplikan dari post sebelumnya : 

“Buset. You’re getting smart! Gue bener-bener memberikan pengaruh baik ya buat lo!”, kata Arya.

“Haha. Gua emang aslinya pinter. I just need the right person to bring that side out of me”, balas Joker.

 

“Macam orang seperti gue kaaaan”, kata Arya menanggapi Joker.

“Iya Arya. Seperti lu. You bring out the smart side of me.”

“Aneh. Kenapa lo nggak kepingin keliatan pinter setiap saat ya?”
Because you don’t need to be smart to impress someone. Jadi pinter itu senjata pamungkas gua. Gua pake untuk peristiwa penting aja. Kalo pinter melulu pas peristiwa penting gua udah susah pinter lagi.”
“Peristiwa apaan? Gaya. Buat sidang skripsi maksud lo?”
“Skripsi mah kecil. Peristiwa penting yang gua maksud adalah saat gua mau membuat beberapa orang penting terkesan. Bukan orang biasa. Orang-orang yang nggak terkesan dengan kebodohan gua.”
“Gue dong.”
“Ya iya emang. Kan tadi gua barusan pinter di depan lu.”
“Hahahahaha. Cieeeeeee.”
“Hahahaha”, Joker ikut tertawa. Ia menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal saat tawa mereka berdua habis. Arya menepuk-nepuk kakinya, sementara Joker menaikkan alisnya mencoba meneruskan obrolan.
“Ya ini bukan bullshit ya. Gua kadang bingung kenapa lo masih single. Meski agak kacau tapi lu menarik”, kata Joker mencoba terlihat tenang.
Don’t worry I already know that I am a very attractive girl”, Arya membalas dengan percaya diri.
“Sok!”, balas Joker keki.
I don’t need a certain ‘right’ person to bring that side out of me”, ejek Arya.
“Sok!”
“Hahahaha. Anyway katakanlah gue sangat cheesy, tapi gue sebenernya sangat menunggu bertemu dengan orang yang tepat, yang membuat gue terjatuh cinta terseok-seok. Gue tuh suka hal-hal kebetulan macam tabrakan di jalan sama cowok ganteng, buku-buku gue jatoh, terus dia ngambilin buku gue, terus gue jatuh cinta pada pandangan pertama jiyeee. Picisaaaaan. Hahahahaha”, Arya berkata dengan mata menerawang berbinar-binar.
“Gila lu Rinto banget ya ternyata! Gua kira lu laki-laki!!”
“Hahahaha udah bukan Rinto lagi. Udah Raisa gue.”
“Sampah!”
“Ker dengerin Ker. Dengerin”, Arya menepuk-nepuk tangan Joker memintanya berkonsentrasi kepada ceritanya. “I wish for a day that I will meet someone who is deeply in love with me and I am deeply in love with him and both of us will want to and can be together”, kata Arya masih dengan mata yang berbinar-binar.

040214-f-howmetmother-40p-jpg

Joker merasa geli dengan sisi romantis Arya. Ia menganggap Arya tidak pantas berperilaku seperti itu. Lebih pantas jadi preman Tanjung Priok.
“And I wish that that day is today”, kata Arya dengan gaya ala pujangga kasmaran. Angin malam menerbangkan rambut Arya dan menutupi wajahnya. Tetapi Joker masih dapat melihat mata Arya berbinar dari balik rambutnya yang berantakan.
“Ini rahasia ya. Tapi itulah doa gue setiap hari hihihihihi”, kata Arya cekikikan. “Belom kejadian sih, makanya masih jadi wish hihihihihi”, Arya menonjok tangan Joker. Arya benar-benar terlihat seperti orang yang sedang kasmaran membuat Joker semakin geli.
“Aneh lu. Kenapa girang banget? Gila ya lu!”
“Manis kaaaan? Romantis kaaaaan????”
“Gila lu perempuan banget ya ternyata.”
“Ya emang iyaaa! Pacaran sama gue 6 bulan  di masa lampau nggak membuat lo menyadari kalau gue ini orang yang sangat senang jatuh cinta Ker? I am a very hopeless romantic person. I just need the right person to bring that side out of me”, Arya kemudian tertawa lagi. Joker menunggu sampai Arya berhenti tertawa. Ia kemudian menghela nafas.
“And that right person is not me”, kata Joker. Gantian Arya yang merasa geli.
“Cieeee galau. Najis lo! Najis!!!!”, Arya menoyor kepala Joker. Joker pasrah membiarkan kepalanya terdorong. Arya kemudian tersenyum jahil.
“Well you bring another side out of me, but not the hopeless romantic one”, kata Arya.
“Sisi yang mana? Sisi preman?!”, balas Joker dengan suaranya yang sangat cempreng.
“Gue ini bukanlah anak perempuan idaman di keluarga nyokap gue. I’m such a mess. Gue berantakan banget orangnya, not an ideal lady. “
“Nenek-nenek sekarat juga tau kalo itu.”
“Tapi kakek-kakek sekarat belum tentu tau. Iyeeeeee”, Arya bercanda lagi. Joker memicingkan matanya tanda sudah malas menanggapi candaan tersebut.
“Aaaaanywayyyyy……… I can be stupid in front of you and you’re still here. You’re still flirting with me sometimes no matter how stupid and disorganized I am. And as time goes by you make me like my mess”, kata Arya jumawa.
“Yaaa itu kan gunanya temen. Nerima lu apa adanya. Meski sableng”, Joker mengacak-acak rambut Arya. “Sableng!”
“Hahahahahahaha emang lu bisa nerima orang apa adanya??? Cewek-cewek lo apa kabar? Perasaan cacat dikit langsung lo campakkan.”
“Eh gua sangat mampu nerima orang apa adanya tauk! I just…..”
Need the right person to bring that side out of me!!!”, Arya dan Joker meneruskan kalimat tersebut bersama-sama dan kemudian tertawa bersamaan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s