Can I miss you?

Kalau mau lihat awal percakapannya bisa lihat post ini.

Atau bisa juga lihat interaksi Arya dan Joker lainnya.
Atau bisa juga baca kisah para penghuni Rumah Lor dari Pertama.

 

“Joker”, panggil Arya. Waktu sudah menunjukkan hampir pukul setengah 2 pagi namun Arya masih merasa asik mengobrol dengan Joker di ruang tengah Rumah Lor. Ia sebenarnya merasa mengantuk, namun ia sangat menikmati mengobrol dengan Joker hari itu.

“Ya?”, Joker menanggapi panggilan Arya.

Can I miss you?”, tanya Arya tiba-tiba.

“Hah? Aneh lu. Kok lu nanya gitu?”, Joker kaget karena tiba-tiba Arya bertanya demikian.

Because sometimes I miss you”, jawab Arya.

“Iye tapi kenapa lu nanya gitu? Kangen mah kangen aje. Perasaan lu juga bukan tipe yang gengsian”, Joker bertanya heran. Ia memandang ke arah Arya yang duduk di sebelahnya. Ia sudah cukup akrab dengan Arya. Ia heran mengapa Arya perlu meminta izin untuk hal semacam itu kepadanya. Arya kemudian tertawa kecil.

“Karena terkadang gue merasa elo terganggu kalo gue kangen elo”, jawab Arya sambil menoleh ke arah Joker.

“Haah? Kok gitu?”, Joker kini ingin mendengar penjelasan Arya. Arya tersenyum sebelum menjelaskan.

“Ker I might be the introvert one. Gue yang seneng di rumah doang, maen sama temen yang itu-itu aja, nggak doyan party, nggak doyan ke event-event paling happening di Jakarta. Kalo udah keseringan ketemu orang butuh waktu menyendiri di kamar sama komik-komik gue. Tapi gue merasa bahwa elo adalah orang yang sesungguhnya sangat membutuhkan jarak dengan orang lain. I love my comics, but I love having my friends around. I don’t want to live without them. I like it when my friends need me. I like it when Mojo needs me. I like being missed with my friends. But I’m not sure that you’re like that.

“Arya. Why do you think so?”, tiba-tiba Joker merasa sedikit sedih. Aneh.

Arya kemudian menghela nafas sambil tersenyum. Joker memperhatikan senyum Arya. Bukan senyum bandel yang biasa ia tunjukkan. Tidak sedih juga. Senyum apa ya? Senyum prihatin? Atau mungkin senyum penerimaan pada situasi?

If I’m not like that, what do you think of me Arya?”, tanya Joker sedikit getir campur penasaran. Tanpa sadar Joker memegang punggung tangan Arya. Arya membalik tangannya dan menggenggam tangan Joker dengan lembut

“Kadang gue berpikir kalo gue membutuhkan lo, itu akan menjadi hal yang mengganggu lo. Lo kan butuh jarak banget orangnya. Lo nggak suka komitmen. Lo nggak suka saat pacar-pacar lo membutuhkan lo, makanya lo kalo pacaran sebentar banget.”

“Errrr sebenernya gua pacaran sebentar banget karena kalo nggak gua pacarin cewek-cewek itu suka susah kalo gua mau…..sementara niat gua itu cuma… yeah…cuma mau…you know-lah”, kata Joker berharap Arya mengerti apa yang ia maksud. Sebagian dirinya cuma berharap supaya Arya tidak muak dengan dirinya. Joker merasakan Arya menggenggam tangannya agak kencang. Joker sedikit meringis kesakitan.

“Pas kita masih pacaran, lo juga nggak suka kalo gue mulai butuh lo. Karena lo suka tetap nggak dimilikin siapa-siapa. I never want to own you, and I don’t like to be owned either. But it seems like you don’t want anyone to need you. Like when someone need you it’s enough for you to see that as a cage. And I’m afraid when I miss you, you’ll see that as neediness.

Joker terbelalak seiring berakhirnya penjelasan Arya yang cukup lugas. Ia melepaskan sandarannya dan menengok kea rah Arya. Ia hendak mengeluarkan kata-kata tetapi mulutnya tak kunjung mengeluarkan bunyi. Joker akhirnya menghempaskan kembali tubuhnya ke sandaran sofa. Ia melepaskan tangannya dari tangan Arya dan mengacak-acak rambutnya, berpikir untuk mengatakan sesuatu.

“Wow”, hanya itu yang akhirnya keluar dari mulut Joker.

“Yeah”, jawab Arya pendek.

“Arya, gua oke-oke aja kali kalo orang kangen gua”, Joker merasa anggapan Arya agak berlebihan.

“Tapi kan bukan orang yang hampir tiap hari ketemu sama lo”, jawab Arya.

“Wow”, Joker membelalakkan matanya lagi sambil mengusap-usap mukanya. Ia kemudian melepaskan sandarannya lagi sambil duduk membungkuk.

“Wow”, gumamnya lagi.

Enough wows”, kata Arya.

“Wow.”

Fine, wow.”

“Gua nggak nyangka gua dianggap gitu oleh salah satu temen gua yang paling baik.”

Sorry.”

Nope. Nope. Maybe you’re right. Iya sih emang gua nggak gitu suka digantungin orang”, Joker akhirnya mengakui. Ia sebelumnya tidak pernah menyadari bagian itu dari dirinya.

“Arya”, panggil Joker. Arya menengok ke arah Joker.

Of course you can miss me.”

Ok. Glad to know”, jawab Arya.

“Iye sejujurnya…”, Joker menggaruk-garuk kepalanya. “Gua agak seneng sih kalo lu bisa kangen gua.”

“Hahaha.”

“Kok lo bisa kangen sama gua? Gua kira lu cuek banget sama gua. Lu bukannya gedek kalo gua dateng ke Rumah Lor? Kan gua suka ngabisin makanan.”

“Nggak tau yah. Do we need to make sense of that?”

“Nggak”, Joker tersenyum.

“Ada hal-hal yang terberi gitu aja. Mungkin ada penjelasannya. Tapi emang beberapa terlalu rumit untuk dicari penjelasannya dan lebih indah untuk dirasain aja. Kadang gue punya orang-orang yang gue peduli banget dan udah lama banget nggak ketemu mereka. Selayaknya kan gua kangen sama mereka, tapi gua justru nggak kangen. Ya kalo ketemu mereka sih seneng, tapi kalo mereka nggak di sebelah gua, gua nggak kehilangan.”

“Kayak siapa?”, tanya Joker.

Like my mom, my dad, my grandmother, kakak-kakak gue Gloria dan Rifat”, jawab Arya. Joker mengangkat alisnya. Ia menganggap omongan Arya ada benarnya. Joker sendiri juga jarang merasa kangen dengan orang tuanya.

Like Mojo.”
Whoa really?”, Joker kaget saat mendengar kelanjutan dari daftar nama-nama yang Arya sebutkan.

“Yeah.”

“Haha. I thought he’s the love of your life.”

           “Maybe he was the love of my life. Maybe I have more that one love of my life. Or maybe I don’t suppose to miss the love of my life like that.”

          “Or maybe you don’t need to make sense of that”, jawab Joker.

“Buset. You’re getting smart! Gue bener-bener memberikan pengaruh baik ya buat lo!”

“Haha. Gua emang aslinya pinter. I just need the right person to bring that side out of me.”

 

(Bersambung ke post “The right person to bring that side out of me”. Tunggu yak!)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s