Small Cute Conversation

Silahkan klik kalau mau membaca cerita mereka dari Pertama

Silahkan baca Ritme Hidup, Actual Love dan Berkembang Perlahan Gpp, yang Penting Realistis  kalau mau membaca obrolan Arya dan Joker sebelumnya

Silahkan klik kalau mau membaca cerita Joker dan Arya lainnya

Image

 

“Kok lo berdiri aja Ker?”, Arya bertanya kepada Joker yang berdiri beberapa langkah di depan pintu Rumah Lor. Joker memasukkan kedua tangannya ke saku celananya dan memandang Arya yang berdiri di depan pintu Rumah Lor yang terbuka. Arya memandang dengan pandangan bertanya kepada Joker yang menghentikan langkah sekitar 1 m di depannya dan tidak mengikutinya melangkah masuk. Mereka berdua baru saja sampai ke Rumah Lor setelah sebelumnya mereka berjalan kaki malam-malam setelah meninggalkan sebuah mini market. Joker tersenyum memandang muka Arya yang sebenarnya menyebalkan. Arya tidak memakai make up, tidak cantik seperti Carine, tetapi kadang terlihat menarik bahkan saat sedang bersikap asal-asalan.

Image

Terutama saat ia bersikap asal-asalan.

Image

“Naksir lagi gua sama lu Ya”, Joker berkata kepada perempuan yang pernah menjadi pacarnya tersebut.

“Wah gesrek beneran ni anak. Lo bukannya naksir Arla?”, tanya Arya yang mengetahui bahwa Joker beberapa waktu yang lalu menyukai saudara kembarnya.

“Eh iya. Tu anak juga lama nggak keliatan? Nggak mengobservasi interaksi kita lagi?”, tanya Joker.

“Eh jawab!”, Arya melangkah maju dan menjewer Joker.

“Eh eh iya iya iya..aduh”, Joker berusaha melepaskan tangan Arya dari telinganya. “Naksir. Tapi kan seperti kata lu. Tergantung waktu. Sekarang waktunya gua naksir lu lagi.”

“Yeee dasar brengsek. You’re such a guy!”*

                 “Because I am a guy!”

“Ajak aja Arla jalan lagi.”

“Ah enggak deh. Males gua. Suka tiba-tiba males gitu gua kalo urusan cewek.”

“Oh”

“Arla menarik sih. Kocak. Tapi kayaknya semua orang di dunia tau kalo gua sama Arla nggak bakal cocok jadi pasangan. Gua nggak pernah main bareng dari dulu sama Arla. Gua kan mainnya sama lu. Dia kayaknya pacarannya sama peneliti juga kali. Atau professor”, jelas Joker. Arya memajukan bibir bawahnya sebagai respon basa basi.

“Ujung-ujungnya kayaknya gua sama lu deh Ya”, tembak Joker.

“Enggak ah!”

“Bukan enggak. Belom.”

“Eh kampret. Baru aja lo bilang kalo tiba-tiba lo suka males kalo urusan cewek.”

“Ya sekarang belom sampe masa tiba-tiba itu.”

“Eh Joker! Kok lo jadi kayak gue sih! Itu omongan harusnya keluar dari mulut gue.

“Dibilangin, gua semakin mirip lu. Kita tuh lebih mirip daripada yang lu kira. Kalo gua lagi iseng bikin survey (baca Survey Joker), itu kan sama aja kayak kalo lu lagi iseng bikin dongeng. Udahlah balik aja kita.”

“Nyama-nyamain. Sok nyama-nyamain. Ya bedalah. Gue dongeng, elo survey!”

“Sama!”

“Beda!”

“Mirip deh. Nggak sama”, Joker bernegosiasi.

“Beda!”

“Iya mirip kan itungannya beda juga. Tuh kan. Gua makin mirip lu. Emang lu yakin kita nggak bakal balik?”, Joker sekarang menantang Arya.

“Hmmmmmmmm”, Arya menggumam sambil menggigit bibirnya karena ingin menahan senyum.

“Naaah Nggak berani bilang enggak kan lu?”, Joker menunjuk muka Arya.

“Haha”, Arya tertawa basa basi. “Gue emang pada dasarnya nggak suka bilang ‘nggak bakal’ atau ‘bakal selamanya’. Never say never, never say always!”, Arya kemudian berbalik dan melangkah masuk ke Rumah Lor. Joker kali ini mengikuti Arya masuk. Mereka berdua kemudian duduk bersebelahan di sofa. Arya melihat ke arah Joker yang sedang memandang lurus ke depan. Arya kemudian tersenyum.

Image

 

                “It’s quite a cute conversation Ker”, kata Arya mengenai percakapan mereka sepanjang malam ini.

                “I think so too”, Joker setuju dengan pernyataan Arya.

                “And we’ll forget about it”, kata Arya kemudian.

“Gua nggak mau lupain ah!”, kata Joker.

“Ahahaha. You’re being a guy again”, Arya menuduh Joker bersikap gombal.

               “Because I am a guy!”, komentar Joker.

“Ahahahahaha”, Arya terkikik. Joker nyengir melihat Arya terkikik.

              “You’re giggling”, sahut Joker jahil.

So?”

              “You like me!”, Joker menggoda Arya dan menganggap bahwa Arya terkikik karena menyukai dirinya.

              “I do. Because I am still a girl”, jawab Arya santai.

“Dih ngaku.”

“Ya emang gue begitu orangnya. Nggak pantang sama yang namanya ngaku-ngakuan. Ngaku mah keciiil. Lagian percakapan ini bakal kita lupain beberapa hari lagi”, Arya memikirkan banyaknya percakapan-percakapan yang terlupakan dalam hidupnya. Mungkin dalam hidup semua orang. Tidak semua hal akan tersimpan di otak manusia. Termasuk beberapa percakapan yang pernah terjadi. Including some cute conversations.

We won’t if I record it”, kata Joker.

“Emang lo bawa alat perekam?”

“Enggak. Nanti bakal gua catet aja. Kan bisa? Abis pulang dari sini gua catet!”, Joker berkata tegas.

“Catetin deh. Kadang gue pikir sayang juga yah kalo percakapan-percakapan kecil gini terlupakan. Emang nggak bakal mengubah dunia sih. Tapi kadang bisa jadi buat lucu-lucuan aja buat bikin hari gue lebih riang”, jawab Arya.

“Meski nggak ngubah dunia tapi mungkin bisa mengubah idup seseorang”, Joker menunjuk dirinya sambil tersenyum kepada Arya.

Ahahaha you’re being a guy! Again!”, Arya tertawa.

               “Because I am a guy Arya.”

 

*Being a guy = Bicara manis, fakta belakangan

 

Sumber foto :

http://chunk.ie/article/19260/sport/diary-of-a-jugger-mammy/

http://animalspicwallpaper.com/dogs-cute-dog-wallpaper/

http://hdwalldownloads.com/wallpapers/3d-cute-wallpaper-free-download.html

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s