The love in his eyes that he used to have for me is somehow gone

Silahkan klik kalau mau membaca kisah mereka dari Pertama

Klik di sini kalau ingin membaca kisah Arya dengan Mojo, atau klik di sini kalau mau membaca interaksi Arya dengan Joker lainnya

 

boy girl elbows

(Sumber : http://orchestroscopy.blogspot.com/2011/)

“Oh iya ngomong-ngomong si Mojo udah balik ke London?”, Joker bertanya mengenai Mojo setelah mereka selesai membahas UH 214.

“Udah”, jawab Arya pendek.

“Lu nggak nganterin Ya?”

“Nggak”, jawab Arya pendek.

“Kok enggak?”

“Ya enggak aja. Kan udah ketemu juga”, jelas Arya.

“Kencan lo sama Mojo waktu itu gimana?”, Joker bertanya lagi.

“Yang mana?”

“Yang lu sampe gua beliin baju itu!”, Joker langsung mengingat peristiwa yang sempat membuatnya tidak bertegur sapa dengan Carine.

“Ohh”, kata Arya tanda mengerti  kencan yang dimaksud Joker. “It was OK”, jawabnya kemudian dengan santai.

“Bagus deh.”

“Yep. Cuma…”, Arya berpikir sejenak mencari cara untuk mendeskripsikan perasaannya.

“Cuma apaan?”, Joker mendorong Arya untuk mampu bercerita.

“Mmmm gimana ya. Bentar gue agak bingung jelasinnya. Mmm yang kencan kedua nggak seheboh pas dia dateng ke rumah malem-malem itu”, kata Arya kemudian.

“Heboh apanye? Acaranye?”

“Heboh perasaan yang gue rasain. Jieeeeee”, Arya mengejek dirinya sendiri. “Gue kayak.. menyadari sesuatu gitu. Sesuatu yang belum gue sadari pas Mojo dateng ke rumah gue malem-malem.”

“Sesuatu apaan seh? Kayak Syahrini aja”, kata Joker agak kesal akibat tidak sabar ingin mengerti apa yang Arya maksud.

“Hahaha eh gue suka Syahrini loh”, Arya tau-tau membicarakan Syahrini.

“Tumben lu kayak bajaj. Belokin topik. Biasanya lu yang suka ngingetin orang biar fokus sama topik awal.”

“Karena sekarang taksi mahal. Jadi gue anaknya bajaj banget.”

Duk!

Joker memukul pelan kepala Arya dengan dompetnya.

“Ih KDRT! KDRT!”, Arya langsung menjerit-jerit segera setelah Joker memukul pelan kepalanya. “Arggghhhh beberapa ratus neuron gue hancur. Arggh!! Arghh!! Tanggung jawab lo!! Tanggung jawab!!!”, Arya panik memegangi kepalanya.

“LEBAY!!!!! Ada juga gua yang sering jadi korban KDRT lu!”, Joker mengingatkan Arya yang sering menyiksa dirinya.

“Huahahahahaaha”, Arya tertawa-tawa tanda bangga  bahwa ia sudah berkali-kali berhasil menyiksa Joker. Joker hanya nyengir keki.

“Cewek tuh suka protes soal diskriminasi. Sendirinya mendiskriminasi. Kalo cowok sekali mukul cewek kayaknya hina banget. Tapi kalo cewek ngegebukin cowok kayaknya cowoknya harus tahan. Kalo kesakitan dianggap lemah. Pada nggak pernah ngerasain aja di-KDRT-in sama lu sih wuuu!”, Joker menoyor kepala Arya.

“Jie jadi bajaj juga nih yeeeeee”, Arya menertawai Joker. Joker ikut tertawa meski agak sinis.

“Ya udah jadi kenapa si Mojo itu? Emang lu ngapain aja seh waktu itu?”, Joker kembali bertanya mengenai Mojo.

“Standar sih. Cuma makan, ngobrol, tuker kabar. Tapi…”, Arya kembali berpikir. Joker menunggu Arya menyelesaikan kalimatnya.

The love in his eyes that he used to have for me is somehow gone.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s