Dibodoh-bodohi saat bersikap bodoh. Ya keki sih. Lumrah sih.

ANAK IPS!

Gambar diambil dari : http://ryshasshortstory.blogspot.com/

Silahkan dibaca dua post sebelumnya yaa :
Orang Sakit Butuh Dokter, atau Dokter Butuh Orang Sakit (?)

A Closer Look to the Triplet

“Eh Ya kok gua nggak tau kalo lu pernah menang lomba ilmiah-ilmiah gitu?”, Joker yang tidak percaya dengan informasi yang Arman ceritakan, menarik Arya keluar teras untuk bertanya lebih lanjut.

“Hahaha nggak percaya ya lo?”, Arya tertawa melihat muka Joker yang terlihat kaget.

“Nggak!”, Joker menjawab mantap.

“Ya udah nggak usah percaya hahahahahaha”, Arya tertawa lagi. Joker sekarang melotot.

“Eh yang bener Ya! Lu bukannya anak IPS?”, Joker sekarang menuduh informasi tersebut tidak benar.

“Lo ada masalah amat sih sama anak IPS. Emang anak IPS nggak boleh pinter apa?”, Arya bertanya sambil mendongakkan dagunya. Iya melakukannya bukan untuk membela dirinya, tetapi untuk membela seluruh umat jurusan IPS di SMU.

“Bukan gitu. Lomba Ilmuwan muda bukannya lomba buat bidang IPA?”, Joker memastikan supaya Arya tidak tersinggung.

“Iya. Tapi peserta yang ikut nggak harus berasal dari jurusan IPA. Lombanya cuma bikin proposal. Nggak sampai merancang teknologi. Lah mumpung cuma proposal doang ya gue bikin yang aneh-anehlah”, jelas Arya.

“Proposal gimane?”, Joker masih tidak paham bagaimana seorang anak IPS bisa memenangkan lomba di bidang IPA. Apalagi pelajar yang cuek macam Arya.

“Kayak orang nggak pernah kuliah aja lo! Tau proposal penelitian nggak sehh? Meski kalau proposal lo menang, projek lo bisa direalisasi. Projeknya Arla sekarang tuh! Yang nyari vaksin kanker!”, Arya menjelaskan bahwa penelitian yang sampai sekarang masih Arla jalankan adalah buah hasil dari ide yang dikemukakan saat lomba tersebut.

“Buset itu udah dari SMU?”, Joker shock.

“Idenya doang yang dari SMU”, Arya menjelaskan.

“Lama banget!”

“Kalo bikin vaksin kanker itu gampang, orang nggak banyak yang mati dodol!!!!”, Arya geram dengan Joker.

“Kok lu bisa menang?”, tak henti juga Joker menyatakan ketidak percayaannya.

“Mana gue tauk! Tanya aja sama jurinya. Lagian apa untungnya buat elo sih?”

“Emang lu ngerancang teknologi apa?”

“UH 214”, Arya menyebutkan nama projeknya dengan bangga. Ia menaik-naikkan alisnya dan tersenyum menyebalkan.

“Hah apaan tuh?”, Joker makin tidak mengerti.

“UH kepanjangan dari Ultimate Human. 214 itu nomor rumah gua hahaha. Orang kira nomor atom kali yeee.”

“Anak geblek!

“Geblek aja gue menang. Apalagi gue pinter. Bisa ngalahin Master Yoda gue hahahahah!”, Arya mengeluarkan evil laugh-nya.

“Apa kate lu deh.”

“Ya itu tadi kate gue!”, Arya mengeluarkan muka bosnya. Joker nyengir keki. Ada sedikit rasa dongkol sekaligus kagum dengan sikap Arya yang suka membodoh-bodohinya saat ia benar-benar sedang bersikap bodoh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s