If you can’t beat them, be them

*Lanjutan dari post sebelumnya : Menjawab pertanyaan dengan pertanyaan

*Lebih enak kalau baca kisah Projek Cari Pacar untuk Arla dan Dunia Carine yang lainnya

“Kamu teman kencannya Carine?”, Arla bertanya kepada Zack.

“Kamu cemburu?”, Zack bertanya balik.

“Jawabannya tidak. Aku agak lelah bermain menjawab pertanyaan dengan pertanyaan ini. Lagipula memang keadaan memungkinkan aku untuk cemburu ya?”

“Kenapa nggak mungkin?”

“Karena kalau aku cemburu aku harus suka kepada kamu, sehingga jika benar kamu teman kencannya Carine, akan ada perasaan iri. Sementara aku tidak suka kepada kamu.”

“Kalau begitu kenapa lo ingin tahu?”

“Kenapa kamu daritadi tidak mau jawab?”

“Katanya lelah main saling bertanya?”

“Tunggu sebentar”, Arla meninggalkan Zack di ruang tengahnya dan ia pergi ke kamarnya. Beberapa saat kemudian Arla kembali sambil membawa sebuah buku catatan. Arla membuka-buka halaman dari buku tersebut.

“Apa itu?”, Zack bertanya.

“Ini hasil observasiku terhadap interaksi teman-temanku. Kata mereka aku tidak bisa bergaul dengan baik. Jadi aku terkadang mencontoh perilaku mereka”, Arla menunjukkan bukunya kepada Zack.

“Ini kakak kembarku pernah bilang ‘if you can’t beat them, be like them’. Ya meskipun lelah, sepertinya aku harus meniru perilaku kamu yang bertanya terus. Meskipun di catatanku ada pilihan lain juga, yaitu tinggalkan saja orang itu. Menurutmu kamu lebih suka pilihan yang mana?”

“Menurutku lo buang saja buku ini dan jadi diri lo sendiri”

“Itu yang Arman pernah bilang sih. Fiuhhhh akhirnya kamu berhenti bertanya juga”, Arla menghela nafas.

“Siapa Arman?”

“Kakak kembarku. “

“Bukannya kamu bilang  kakak kembarmu namanya Arya?”, Zack mengganti gaya berbahasanya mengikuti Arla.

“Kami kembar tiga. Aku yang paling kecil. Arman yang paling tua di antara kami. Kemudian ada Arya. Arya itu perempuan. Lalu aku. Arya dan aku tadinya cukup identik. Tetapi saat tumbuh dewasa, Arya sangat banyak mengkonsumsi karbohidrat dan glukosa sehingga memiliki kandungan lemak lebih banyak daripada aku. Kalau Arman tidak terlalu mirip dengan Arya dan aku. Penyebabnya karena dia laki-laki dan dia juga sangat tinggi.”

“Aku tidak tahu kalau kamu cerewet.”

“Aku akan bingung kalau kamu tahu. Kan baru bertemu sekarang.”

“Ya tapi Carine pernah bercerita mengenai kamu di bbm. Tadinya aku pikir kamu orangnya pendiam dan membosankan.”

“Oh.”

I like you”, Zack menunjuk tangannya kepada Arla.

“Terima kasih. I think you’re OK”, jawab Arla.

I’ll see you again?”, Zack bertanya saat mendengar langkah kaki Carine.

“Bisa.”

“Minta nomer kamu dong.”

One thought on “If you can’t beat them, be them

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s