Pakaian dan Wanita, Kompetisi Terselubung dan Laki-laki

Silahkan membaca post sebelumnya soal Arya dan Mojo

https://rumahlor.wordpress.com/category/mojo/

“Rin hari ini boleh minta dandanin nggak?’, tanya Arya kepada Carine. Joker yang sedang berada di ruang tengah rumah lor melotot heran. Hal tersebut lebih aneh didengarnya daripada berita kedatangan alien di depan rumahnya.

“Aaaaaaaaakkk Aryaa dengan senang hatiii. Gitu doong. Tumben. Ada apa?”, Carine berseru girang. Carine sering ingin melakukan make over untuk Arya. Carine pernah menuai kesuksesan saat Arya pergi ke prom nite SMU. Ada juga sedikit baju yang berhasil Arya beli atas dorongan Carine. Namun hal tersebut tidak berlangsung lama. Arya kembali mengenakan bajunya yang kebanyakan adalah kemeja flanel, sweater,  atau t-shirt yang nyaman. Sepatu high heelsnya tersimpan rapi di lemarinya dan hanya digunakan untuk acara resmi. Sudah untung masih punya. Sisanya Arya lebih sering menggunakan sandal jepit atau sneakers. Sementara untuk pergi kuliah, Arya biasanya mengenakan sepatu moccasin. Arya sangat menyukai sepatu moccasin.

“Gue mau ketemu Mojo”, Arya akhirnya bercerita mengenai kedatangan Mojo ke Jakarta.

“MOJOOOOOOOOOOOOO???????”, Carine dan Joker menjerit.

“Ini Ya yang gue bilang lo jadi perempuan kalau udah berurusan dengan Mojo”, celetuk Lego yang duduk di sebelah Arya.

“Gue ketemu dia dua hari yang lalu”, Arya berkata kepada Carine dan Joker.

“LO KETEMU MOJOOOOOOOOOOOOO??”, Carine dan Joker berteriak kompak lagi.

“Kapan?”, tanya Joker.

“Dua hari yang lalu! Ihhhh dengerin napa?”

“Kok bisa ketemu?”, tanya Carine.

“Mojo ke rumah.”

“KE RUMAHHHHHHHH?????”

“Kok gue nggak liat sih Ya?”, tanya Carine.

“Di depan pager doang”, kata Arya. Selanjutnya Arya bercerita mengenai kepulangan Mojo dan segala hal yang terkait dengannya.

“Sip deh. Gue bikin lo cakep banget, biar si Mojo nyesel nggak menghubungi lo lebih awal”, Carine berkata antusias.

“Kayaknya Mojo nggak gitu peduli soal penampilan lo deh Ya”, kata Lego.

“Alahhhhhh tapi kan tampil cantik nggak pernah rugi. Kalau biasanya Mojo udah suka, ya kita bikin jadi suka banget”, Carine mengibaskan tangannya ke Lego.

“Boleh pinjem baju nggak? Gue nggak punya baju rapih nih. Ada sih, tapi resmi banget yang buat kondangan”, tanya Arya.

“Tuhh makanya jangan beli kaos oblong melulu. Repot kan pas jatuh cinta, Boleh sih. Tapi ada yang muat nggak ya? Lo kan agak sedikit membuncit belakangan”, Carine mengungkap fakta.

“Yang model longgar-longgar gitu ada nggak? Kalau baju lo yang sundal-sundal sih gue nggak bakal muat.”

“Yuk kita cari yuk. Kalau mepet beli aja deh. Banyak diskon kok. Gue juga sekalian hari ini mau beli baju. Besok gue pergi sama Zack. Nggak punya baju gue”, Carine mengeluh. Joker memutar bola matanya.

“Kenapa sih cewek itu suka ngerasa nggak punya baju, padahal bajunya udah banyak?”, komentar Joker kepada Lego.

“Kecuali Arya sama Arla”, Lego melihat ke arah Arya.

“Waa bener. Arla nggak pernah ngeluh kalau dia nggak punya baju. Sementara niiii bocah atu, emang nggak punya baju beneran! Duit makan lu sekali-kali dibuat beli baju napa”, Joker menunjuk ke arah Arya.

“Duit gue buat beli baju bakal tersedia kalau gue nggak perlu menampung elo dan Fahri tau!”

“Eh kok jadi nyalahin gua sama Fahri?”

“Mau bukti??? Gue larang kalian berdua datang ke sini selama setahun. Dan liat berapa baju yang bisa gue beli”, ancam Arya.

“Jangan dong Ya. Percobaannya ngeri banget sih”, Joker pura-pura bergidik.

“Ya udah makanya jangan komentar muluuu!! KOMENTAR MULUUU!! Tapi ngasih solusi juga nggak weeeeeeekkk!!!!!!”, Arya menjulurkan lidahnya.

“Iya dehhh ntar gue kalau ke sini lebih sering bawa makanan. Biar lo bisa beli baju.”

“Lebih cepet sih lo beliin dia baju aja Ker. Kalau dia ada duit lebih, paling juga entar abis buat beli komik”, sahut Carine. “Udah sini kasih duitnya ke gue”, Carine meminta uang ke Joker. Herannya Joker mengeluarkan beberapa lembar uang dan menyerahkannya ke Carine.

“Aaaak dikasih duit sama Jokerrr. Eh sebagai asisten Arya, gue juga dibeliin dooong. Kan gue juga tinggal di sini. Artinya lo juga sering numpang sama gue”, Carine nggak mau rugi.

“Enak aja. Si Arya kaum dhuafa. Elu yang udah kelebihan baju nggak usah beli lagi. Nih gue tambahain Rp 50.000 aja buat ongkos lu”, sahut Joker sambil mengeluarkan selembar uang lima puluh ribuan.

“Yahh rin sekarang udah jam 6. Gue dijemput jam 8 sama Mojo. Nggak sempet kalau beli lagi. Cek lemari lo aja dehh”, Arya menolak untuk pergi berbelanja.

“Elo siiihhh dadakaaaan. Ya udah ke kamar gue. Ntar gue dandanin”, Carine mempersilahkan Arya ke kamarnya.

“Lho lho lho. Duitnya balikin. Nggak jadi beli baju kan?”, Joker menengadahkan tangannya.

“Iiiiih duit yang sudah diberikan tidak dapat dikembalikan.”

“Enggak. Ini buat Arya”, Joker merebut uangnya kembali dari Carine. “Lu dandanin tuh si Arya. Gua yang ke Mall beliin dia baju. Ukuran lu berapa sih?”, Joker bertanya kepada Arya.

“Ha?”, Arya bingung dengan sikap Joker, tetapi akhirnya memberi tahu ukurannya. “Eh Ker gue sih mending lo beliin makanan”, katanya lagi.

“Nggak. Pokoknya lu harus punya baju. Ntar Carine gua beliin makan. Yang kurang makan beli makan. Yang kurang baju mulai beli baju”, sahut Joker seraya ngeloyor pergi.

“Dia tuh kadang baik ya”, Carine berbicara mengenai Joker.

“Biasa aja ah”, jawab Lego beranjak menuju kamarnya.

“Halah boys and their competition”, Carine memastikan Lego mendengarnya sebelum ia juga masuk ke dalam kamarnya menghampiri Arya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s