weifheilurhwelibflaiHRUF

Ini bukan menit-menit yang akan diingat Arya sebagai menit favorit dalam hidupnya. Arya sedang berbaring di  tempat tidur kamar Arman, kakak kembarnya. Ia merasakan perutnya mulas karena menunggu Mojo datang ke rumahnya. Ia tidak tahu apa yang diharapkannya, atau apa yang ingin dibicarakannya. Sebelum Arya sempat mengetahuinya, HPnya sudah berdering dengan nama Mojo sebagai pemanggil.

“Halo”, sapa Arya saat mengangkat teleponnya.

“Hey. Aku kayaknya di depan rumah kamu deh. Pager kayu bukan?”, sahut suara Mojo.

“Bener. Ok aku keluar. Bentar”, Arya berkata seraya mematikan HPnya.

“Doain gue Bang”, Arya berkata kepada Arman.

“Sip”, sahut Arman pendek sambil tetap sibuk dengan komputernya.

Arya berlari keluar menuju rumahnya dan mendapati jantungnya seolah turun ke perut saat melihat mobil Mojo yang dahulu biasa dipakai menjemput Arya.

“Hi”, kata Arya saat masuk ke mobil Mojo.

“Hi.”

Tidak ada pelukan. Tidak ada tepuk bahu, Tidak ada juga tukar salam tangan. Mereka berada dalam keheningan.

“Hi lagi”, Mojo akhirnya memecah keheningan sambil menengok ke arah Arya.

“Hi”, balas Arya. Kali ini agak judes.

“Jadi apa kabar?”

“Yah baru kuliah lagi. Tinggal nggak sama ortu. Kerja serabutan. Miskin.”

You look OK.”

“Ya emang ok ok aja.”

“Malah kamu kayaknya gendutan.”

Really nice to see you again Mojo.”

“Haha gendutan nggak berarti jelekan lho.”

“Makanya gue bilang really nice to see you again. Thanks for the compliment”, sahut Arya asal. “Ngapain di Jakarta?”, Arya kemudian bertanya.

“Ketemu sama kamu.”

I’m gonna kill you, you know.”

Be my guest.”

“You’re still an *sshole

That’s why you love me right?

“Haha very funny”, Arya tertawa sinis.

“So loving me is a funny thing?”

“Why can’t you just answer a simple question? Jadi bodoh abis dari London?”, Arya berkata kesal. Kali ini benar-benar kesal karena Mojo dirasanya tidak bersikap pintar. Hanya bersikap menyebalkan.

“Which one?”

“What are you doing in Jakarta? Nyebelin banget sih!”

“Hahaha sorry. Kamu juga nggak jawab. So loving me is a funny thing?”

“Listen! Mojo Jojo! I asked first. And I’m also older than you. So logically and culturally you should answer first. Now answer!”, kata Arya mengingatkan bahwa ia lahir lebih dahulu beberapa bulan daripada Mojo.

I’m not a conformist. Dan gue tidak merasa sebagai orang yang pandai berlogika”, Mojo masih berputar-putar.

Ok you got my sympathy. Now answer!”

“Aku nggak minta simpati kamu tuh. Simpati buat apa lagian?”

“Aku bersimpati karena kamu tidak bisa berlogika dan tidak bisa menjawab.”

“Hahaha ok ok. Kadang seneng aja ngegangguin kamu”, Mojo tertawa.

“Cari hobi lain ya.”

I’m sorry. Ok ok. Sekarang serius. Aku lagi libur aja. Udah lama nggak pulang, jadi disuruh pulang. Sebenarnya libur sekolahnya dua setengah bulan, tetapi di sana aku ada kerjaan part time. Jadi aku nggak bisa lama-lama di sini. Aku harap aku bisa ketemu kamu lebih awal.”

You’re a total *ss”

“Look will you forgive me or not?”

“I let you come to my house. I think it’s a quite sign of forgiveness”

“Okay. Can we let it pass? I know I should call you. I’m sorry. Jangan diungkit lagi dong. ”

“Fine. FYI kekesalanku yang sekarang lebih dikarenakan karena kamu tidak menjawab pertanyaan dengan cepat. Bukan karena kamu tidak meneleponku duluan”

“Ok ok. Aku mengerti.”

“Hahahahahahahaahahaha”, Arya tiba-tiba tertawa.

“Kenapa lagi kamu?”

“Aku bisa tertawa kapan pun aku mau. Hebat nggak? Ketawa itu menghasilkan endorphine. Awesome for your health. Hahahahahahahaha. Tuh hebat nggak hahahahahahaha”, Arya tertawa dengan geli, melupakan permasalahan mereka sebelumnya.

“Hahahahaahaha”, Mojo mencoba ikut tertawa meskipun masih garing.

“HAHAHAHAHAHAHAAHA”, Arya tertawa semakin geli.

“Belom pro aku. Belom. Susah.”

“Payah.”

“Blableblunjewhfbjwhebr”, Mojo menggumam tidak jelas.

“Bleblujwebdwkjhrekwh”, Arya membalas.

“werwieurbakwehjbrweuyk.”

“weuryvquwegrb.”

And so on.

 

Sometimes you don’t need to be smart to impress people.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s