I Love You Logically

 ARYA, CARINE, FAHRI

“Ya lo ada soft copy tulisan ucapan lo buat Mojo dulu nggak? Yang lo kasih pas perayaan hari jadi kalian?”, tanya Fahri kepada Arya.

“Ada. Buat apaan?”, tanya Arya.

“Kata Carine gue disuruh belajar gombal dari elo biar nggak norak kalau ngirim pesan ke cewek”, kata Fahri.

“Iya Ya, ajarin kenapa temen lo yang satu ini. Susah juga dia, tampang nggak ganteng-ganteng banget. Harta juga nggak banyak. Udah gitu payah soal rayu merayu. Gue juga kalau disuruh ngasih dia saran bingung Ya”, jelas Carine.

“Enak aja. Tulisan gue bukan gombalan. Itu hadiah”, Arya tidak terima tulisannya disetarakan dengan gombalan.

Lo harus bisa bedain rayuan yang cheesy sama yang manis Ri. Gue nggak tau sih Ya gimana cara lo sampai selalu bisa selamat dari cheesiness. Kadang  ucapan lo buat cowok yang lo suka  itu hampir cheesy. Hampiiiir tapi belom”, jelas Carine.

“Mana sih, liat dong”, pinta Fahri. Arya kemudian ke kamarnya untuk mengambil laptop miliknya.

“Tuh di folder buat Mojo. Ada beberapa tulisannya”, Arya memperlihatkan laptop miliknya kepada Fahri.

“Eh nggak apa-apa nih gue liat surat-surat buat Mojo?”, tanya Fahri mengenai surat yang Arya buat dahulu untuk mantan pacarnya.

“Nggak apa-apa. Nggak ada yang rahasia di situ. Tumben amat lo merasa ada kewajiban untuk menghormati privasi orang, Biasanya nyium bau gosip dikit langsung semangat”, komentar Arya. Fahri hanya nyengir. Karena sedang butuh Arya ia tidak mengatakan serangan balasan. Fahri kemudian memilih-milih beberapa tulisan dan membacanya beberapa saat.

“Kalau gue salin aja boleh nggak Ya?”, tanya Fahri saat selesai membaca beberapa ucapan Arya untuk Mojo.

“Silahkan aja sih, tapi saran gue sih jangan. Kalau lo salin, jadinya nggak jujur. Itu yang bikin sebuah kalimat akhirnya jadi sebuah gombalan”, ucap Arya. Fahri mengangguk-angguk. Entah karena mengerti atau sekedar basa basi.

“Ini tulisan lo pas buat apa?”, tanya Fahri sambil menunjukkan salah satu tulisan Arya. Arya melihat layar monitor. Arya tersenyum saat membaca kata-katanya yang dahulu ditujukan untuk Mojo :

Hey a*shole! Do you know that I love you? My love for you is the kind of love I have for aaaaaaalllllllll my favorite things in the world!

 

“Oh I love Harry Potter!”

“Ooh I love Bali!”

“Ooh I love Rorschach!”

 

Got it dude? I love our talk, I love your awesomeness, I love that you make me feel awesomer,  I love our silent moment, I love our similar perception about what’s important and what’s not important in life, I love our methods to solve  conflicts, I love that both of us are lost in this world in the same way. Thank you for holding my hands carefully enough so I don’t fall during my time loving you. I’m not in love with you. I love you logically.

Versi Indonesianya :

Hey kepar*t! Tau nggak kalau saya cinta sama kamu. Cinta saya untuk kamu itu seperti cinta yang saya punya untuk semuaaaaaaa hal yang saya suka di dunia ini.

“Ooh saya cinta Harry Potter!”

“Ooh saya cinta Bali!”

“Ooh saya cinta Rorschach!”

 

Ngerti nggak dude? Saya cinta obrolan kita, saya cinta kekerenan kamu, saya cinta karena kamu membuat saya merasa lebih keren, saya cinta saat-saat kita berdua hanya diam saja, saya cinta kesamaan persepsi kita mengenai apa yang penting dan tidak penting di hidup ini, saya cinta metode kita untuk memecahkan konflik-konflik yang kita alami, saya cinta karena kita berdua tersesat dengan cara yang sama di dunia ini. Terima kasih karena cukup hati-hati memegangi tangan saya sehingga saya tidak jatuh saat mencintai kamu. Saya tidak jatuh cinta kepada kamu. Saya cinta kamu secara logis.

old-couple

Sumber Gambar :

Cure Talk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s