Pretty Girl Like Carine (Part 1) : Ajak duluan?

ALL CAST (Minus Arla dan Arman)

Joker, I need your help”, Carine menghampiri Joker yang sedang duduk di ruang tengah rumah lor.

“Ada apa ada apa?”, Joker bertanya. Ia sudah mengetahui bahwa Carine akan bertanya masalah laki-laki. Secara umum, Carine tidak menganggap Joker sebagai orang yang paling bijaksana. Ia juga tidak menganggapnya sebagai teman terbaik di dunia. Tetapi saat berurusan dengan laki-laki, Carine tidak pernah mempercayai orang lain lebih daripada ia mempercayai penilaian Joker. Prinsipnya sederhana. Yang paling bisa mengenali maling lainnya adalah maling itu sendiri.

“Gue waktu itu kenalan sama cowok. Gue suka tapi nggak suka-suka banget. Ini cowok hot banget aja. Tapi di luar itu, nggak ada yang menarik. Gue nggak cocok sama temen-temennya dan secara keuangan ini orang bakal tiarap selamanya kayaknya. Tapi yah tadi hehehe. He’s super hoooott.”, Carine memulai curhatnya.

“Anak band?, tanya Joker yang mengetahui bahwa rata-rata cowok incaran Carine adalah anak band atau setidaknya berprofesi sebagai musisi. Meski tidak selalu.

You got me”, Carine mengakui.

“Sapa sik?”, tanya Joker.

“Ah sok kenal semua anak band lo Ker.”

“Ya siapa tau kenal.”

“Ada namanya Zack”

“Jaelah”

“Kenal?”

“Zakaria kan? Yang main gitar?”

“Wuaaaaaaaaaa lo kenalll!!!”, Carine histeris.

“Ah Rin nggak banget tuh orang. Kuliah aja belom kelar-kelar. Hobinya mabok melulu. Mabok ye bukan minum alkohol doang. Lagian lebih muda dari lu kan. Angkatan berapa sih dia?”, tanya Joker.

“Ker tadi dengerin gue nggak sih. He’s hoooooot. Nggak cakep sama sekali sih, tapi bad ass banget”, Carine membela Zack.

“Obrak-abrik nih ya?”, Joker mengkonfirmasi.

“Obrak abriklah jelassss”, Carine mengiyakan. Bagi Carine dan Joker lawan jenis ada yang untuk dijaga-jaga dan ada yang untuk diobrak-abrik. Carine dan Joker menggunakan istilah obrak abrik untuk hubungan yang tidak serius.

“Na gue mau ngajak jalan Ker. Gue hari ini lagi pingin nonton nih. Nggak apa-apa nggak kalau gue ngajak duluan?”, Carine meminta saran.

“Ya nggak apa-apa sih. Santai aja. Tapi sekali ini aja ya lo ngajak jalan duluan. Habis itu nggak usah lagi.”

“Jadi nggak apa-apa nih?”, Carine cek dan ricek.

“Mm nggak apa-apa sih. Tanya aja ‘ntar lo free nggak?’”

“Nggak perlu basa basi dulu nih Ker? Kayak ‘Lagi apa?’”

“Halahh basi”

“Emang kenapa kalau nanya ‘lagi apa?’. Gue biasanya gitu kalau bbm gebetan”, komentar Fahri yang daritadi rupanya mendengarkan.

“Makanya lu nggak dapet-dapet”, ejek Joker. “Pede aja. Nggak usah takut-takut. Basa basi tuh tanda takut-takut. Tanda kita lihat-lihat keadaan. Nggak usah men. Anggep aja dia yang untung kalau lu mau ajak dia jalan”, Joker mulai berpetuah.

“Menurut gue sih kalau cowoknya suka pasti suatu hari akan ngajak lu pergi. Kayaknya mending nggak usah deh Rin. Tunggu aja dia ngajak pergi duluan. Kalau enggak ya tunggu kebetulan untuk ketemu dia di sebuah acara”, ujar Lego.

“Leg, your words are sweet. Tapi untuk urusan berkencan, gue harus mendengarkan Joker. No offense”, Carine menolak saran Lego.

None taken. Kalian berdua kan soalnya mirip. Emang beda sama gue”, Lego berkata sambil lalu.

“Maksudnya apaan tuh?”, Joker bereaksi.

“Ya bertingkah nggak mau serius berhubungan, nggak mau terikat, tetapi di sisi lain nggak bisa hidup tanpa lawan jenis. Craving for their attention and acknowledgement”, sindir Lego.

You know Ya, I don’t really like him”, Joker berkata  kepada Arya yang asik membaca komik di sofa sembari menunjuk Lego.

“Gue denger lho”, Lego menyindir lagi.

“Kayaknya ada yang kelihatan bahagia di-friendzoned selama…..oh selamanya”, Joker balas menyindir lagi. Joker mengejek mengenai hubungan Lego dengan Arya.

I’m gonna act like an adult and say nothing”, Lego tersenyum.

Friendzoned? Sama gue maksudnya? Ah lo nggak tau kan gue dulu selingkuh sama Lego pas kita pacaran. Becanda ding. Eh apa nggak becanda ya? Becanda kok Ker. Eh becanda nggak ya? Bercanda nggak ya Leg?”, Arya menggoda Joker. Arya dulu memang pernah berpacaran dengan Joker meskipun hanya dua bulan lamanya. Lego tersenyum karena Arya membelanya.

“Uh guys, gimana kalau kalian berhenti menuduh gue banci. Kalian bertengkar seperti perempuan gini. Udah cat fight nih itungannya”, Fahri berusaha bernegosiasi mengenai julukan yang biasa disebut oleh teman-temannya.

“Gue bisa aja berantem pake tinju. Cuma takut aja ada yang babak belur entar”, Joker panas. Seperti biasanya.

I’m gonna act like an adult and say nothing”,Lego mengulangi lagi perkataannya.

Guys!! Please!! Stop it!! Sekarang ada masalah yang lebih penting! Gue juga mau sedikit bertanya akan maksud lo sih Leg, tapi kapan-kapan aja diungkitnya”, Carine berbicara kepada Lego. “Oke Ker, gue udah ngirim ke Zack aaaaaaakkk”, Carine histeris saat ia memencet tombol send.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s