Pretty Girl Like Carine (Part 2)

Mean-girls-mean-girls-23781893-1024-768

*Cek part 1nya dulu yaa di post sebelumnya

3 menit kemudian
“Udah BB-nya nggak usah diliatin melulu!”, Joker berkata kepada Carine.
“Kerrr kok nggak dibales sih?”, Carine panik.
“Emang udah di-read?”, tanya Joker.
“Belom”
“Ya udah santai aja”, Joker menenangkan.

4 menit kemudian
“Stop checking your phone!”, Joker menegur Carine.
“Aaaaaaaaaaarrggghh”, Carine menggeram.

5 menit kemudian
“Kok dia belum bales sih? Duh jangan-jangan dia klik end chat nih. Aaah eluu kenapa mendukung gue untuk ngajak dia pergi duluan siiiiih??!”, Carine berteriak cemas.
“Akankah ada kalimat penyesalan karena tidak mendengarkan gue?”, Lego menyindir lagi. Carine melirik Lego dengan judes.
Joker merenggut bb Carine. “Biar nggak lo pandangin melulu. Mending lo ngeliatin gua!”
“Balikin ahhh balikin.. balikin!!”, Carine berusaha merebut BB-nya dari tangan Joker.

10 menit kemudian
beep beep

“Dia bukan?Dia bukan? Dia bukaaan?”, Carine histeris saat mendengar ada bunyi pesan yang masuk.
“’Hari ini nggak bisa. Kalau mau besok aja lo nonton gue manggung di Gandaria City jam 7 malem’”, Joker membacakan pesan yang baru saja masuk.
Oh my God, Oh my God, Oh my God dia mau ketemu!! Dia mauu!!”, Carine mendadak melompat dan memeluk Arya dan Lego.
“Besok woy masih besok. Nggak bisa dia hari ini”, Fahri yang ikut menyimak berkomentar.
“Biarin biarin biarin biariiiinnnn”, Carine melompat-lompat bahagia.
“’Lo bisa jemput gue nggak?’”, Joker mengucapkan balasan yang ia ketik untuk Zack tanpa minta izin dulu kepada Carine.
“JOKERRRRRR!!!!”, Carine histeris dan merebut BB-nya.

beep beep

Carine pucat pasi saat mendengar ada pesan lagi yang masuk.
“Bales apa si Zack?”, tanya Joker.
“’Gue harus checksound dulu dari jam 4. Kayaknya susah kalau jemput lo dulu’”, Carine membacakan balasan dari Zack kemudian melihat ke arah Joker.
“Nggak usah dateng kalau gitu”, kata Joker.
“Yaahhh Kerrr, kok gitu?”, Carine tidak puas dengan jawaban Joker.
“Gue kan pernah bilang, kalau lu pertama jalan sama cowok yang lo suka, dia harus jemput lu dan harus bayarin lu makan. Jaga biar tetap demikian. Mending nggak usah pergi daripada lu nyamperin-namperin dia. Emang dia Presiden apa?Lagian dia bahkan nggak nanya rumah lu di mana. Dia udah tau belom rumah lu di mana? Nanya rumah lu di mana setidaknya masih nunjukin niat untuk mempertimbangkan apakah masih memungkinkan untuk ngejemput lo duluan. Ini belom-belom udah males. ”, ujar Joker.
“Tapi kan dia emang ada keperluan Ker. Gue juga males kalau disuruh dateng jam 4”
“Ya kalau males kebetulan, nggak usah dateng”
“Bukan males dateng. Males kalau dijemput dari sore terus nunggu.”
“Udah lain kali aja ketemunya”, Joker bersikukuh dengan pendapatnya.
“Tapi kan….”
“NGGAK USAH!!”, teriak Joker.
“Bukannya ntar dia mikir gue cewek manja gitu ya Ker. Yang nggak bisa diajak kompromi dikit”, jawab Carine.

“Dateng aja kalau mau. Tapi kita temenin aja kalau mau jaga gengsi sedikit. Kan tetep bisa ketemu dia, tapi hawanya dijaga di taraf pertemanan. Kan datengnya rame-rame”, usul Lego. Raut muka Carine berubah senang mendengar usul Lego.

“Gua sih nggak mau nemenin lu nyamperin dia. Lego aja suruh nemenin”, usul Lego ditolak Joker.

“Ngapain sih dibela-belain banget. Dengerin gua nih. Pertama, setidaknya dia bisa nawarin untuk nganter lo balik. Kayak “Gue harus checksound dulu, pulangnya aja gue anterin gimana?”. Gua masih mikir-mikir kalau dia nawarin gitu. Kedua, nggak apa-apa kalau lo sekali-kali nyamperin kalau entar hubungan kalian udah lebih serius. Itu dengan catatan kalau selama kalian berhubungan dia cukup berdedikasi. Tapi kalau sekarang mending nggak usah dulu. Tunjukin kalau lo nggak ngebet-ngebet amat ketemu dia. Sabar aja sabar”, Joker menasehati.

“Iya siih lo bener Ker. Tapi gue kan emang nggak niat serius sama dia?”, Carine bertanya lagi.
“Niat elonya sih bodo amat. Tapi jaga harga diri lu sedikit. Cowok tuh bisa ngomong apa aja soal cewek yang deket sama dia ke temen-temennya. Orang lain akan nilai dari bukti. Dan perilaku lu nyamper-nyamperin itu bukan bukti yang terlalu mendukung lu. Lu nggak tau omongan itu akan nyebar sampai di mana. Ude, nggak usah mau dateng kalau nggak dijemput. Perkara checksound itu sih kecil. Kalau dia niat, itu mungkin banget untuk dia ke sini dulu jemput lu, terus balik lagi ke Gandaria City. Ribet dikit, tapi bisalaah”, Joker berkomentar setelah memperhitungan letak rumah lor yang berada di kawasan Cilandak.
“Kalau dianya tetep cuek gimana?”
“Ya udah biarin aja. Cari waktu lain untuk ketemu. Inget Rin, lo udah ngajak sekali. Di waktu lain jangan elo lagi yang ngajak. Bilang aja ke dia ‘Kalau gitu lain kali aja kali ya ketemunya’”, Joker berpetuah.
“Kalau dia nggak usaha untuk cari waktu lain gimana?”, tanya Carine khawatir.
“Cari aja yang laen. Kan banyak yang demen sama lo.”
“Yaaaahhh”, Carine merengut. “Aaah cranky nih gue cranky. Pingin pergi sama diaaaa!”, Carine memeluk bantal sofa.
“Udee santai ajaaaa. Main aja sama kita”, Joker melingkarkan satu tangannya ke pundak Carine. Carine tidak menolak rangkulan Joker.
“Gila ya Rin dulu gue suka mikir gimana rasanya jadi orang kayak elo. Orang yang sampai pusing karena harus nolakin orang. Yang ditembak hampir seminggu sekali. Taunya nggak jauh beda kayak gue kalau lagi deketin cewek”, kata Fahri.
“Lo pingin tau rasanya jadi cewek cakep?Nyahaha”, Joker mengejek.
“Maksud gue itu orang-orang yang kecantikan atau kegantengannya di atas rata-rata. Kayak Carine. Kayak Arman. Elo beda ya Ker. Kalau elo kan harus usaha banyak dulu. Orang kan kalau liat Carine sama Arman, pada bakal mikir kalau mereka belum punya pacar itu nggak mungkin karena nggak laku. Ditambah kalian karirnya juga bagus. Temen-temen deket juga punya. Orang yang punya semuanya. Taunya bisa kocar kacir juga gara-gara satu cowok. Padahal cadangan lo kan banyak”, komentar Fahri.
“Nggak ngaruh Ri selama yang gue taksir nggak naksir gue balik. Nggak peduli seberapa banyaknya cowok yang naksir gue”, jelas Carine.
“Iya cuma gue mikir kan pilihan lo lebih banyak”
“Ya emang gue bakal suka sama semuanya? Dan inget saingan gue juga banyak. Contoh ya, Mariana Renata kurang cantik apalagi sih? Katakanlah dengan kecantikan seperti itu dia bakal naksirnya cowok-cowok yang macemnya Brad Pitt. Nah tapi cowok-cowok sekelas Brad Pitt ini kan juga berada di sekeliling perempuan macamnya Nadya Hutagalunglah, Pevita Pearcelah, atau bahkan Liv Tyler. Sama aja ujung-ujungnya bersaing layaknya orang biasa. Ini berlaku untuk hubungan serius atau sekedar iseng. Selama Brad Pitt pujaan hati dia belum naksir dia, seribu orang-orang kayak Joker ya nggak penting. Selama Christian Sugiono yang lagi jadi incaran sementara belum berhasil ditaklukin, Joker-joker yang nyembah-nyembah juga paling jadi safety net doang ujungnya. Gitu Ri ”, jelas Carine.
“Enak nggak sih tapi jadi orang cantik?”, tanya Fahri.
“Jelas enak. Banyak yang naksir itu bikin GR. Enaknya, emang ada manfaat-manfaat yang gue dapet kayak misalnya hadiah-hadiah dari penggemar gue. Jeleknya gue jadi banyak maunya. Makin banyak maunya, makin susah puas”, jelas Carine.
“Naaa lu Ri, kalau nggak cakep-cakep banget atau nggak kaya-kaya banget, nggak boleh banyak maunya hahahahahaha”, Joker berkata jahat.
“Jahaaat!!”, Fahri bersiap-siap ngambek.
“Kayak cakep aja lo Ker”, ejek Carine.
“Emang gua nggak cakep, dan gua banyak maunya. Makanya gua harus kerja ekstra untuk mendapatkan cewek-cewek yang sekelas lu Rin”, kata Joker.
“Udahlaah paling bener kayak gue. Jelek dikit tapi santai. Gue nggak banyak mau tapi dapetnya banyaaakkkkk”, ujar Arya sambil menguap lebar.

(Masih Bersambung)

Sumber Foto : Fanpop

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s