I miss you too?

ARLA, ARYA, CARINE

Notes : Mungkin lebih enak kalau baca kisah2 sebelumnya yang bersangkutan di https://rumahlor.wordpress.com/category/projek-cari-pacar-untuk-arla/

“Arla kencaaan!! Gimana kencannyaaa?”, Arya menyambut Arla yang baru saja pulang. Jadi Carine itu memiliki projek untuk mencarikan Arla pacar. Carine mengenalkan Arla kepada temannya bernama Adie dan untungnya hubungan Arla dan Adie berlanjut.

“Biasa saja”, jawab Arla datar.

“Biasa gimana? Aneh-aneh nggak lo? Ngomongin apa sama Adie?”, tembak Carine.

Ngomongin komunitas yang sampai sekarang masih ditekuni dia. Terus dia bertanya gimana  caranya supaya bikin komunitas itu berada di tingkat nasional”, ujar Arla.

“Ini udah kencan ke berapa sih?”, tanya Arya.

“Ini ketiga kalinya kita pergi bersama. Kedua kali berkencan. Yang pergi pertama kali aku ditemani Carine”, jawab Arla.

Hohoho three is a charm. Did he kiss you?”, tanya Carine.

“Enggak”, jawab Arla.

Did he hold your hands?”, tanya Carine lagi.

“Enggak.”

Did you guys flirt?”, Carine pantang menyerah.

I can’t flirt

“Ah bosan”, Carine memutar bola matanya.

“Aku memberikan saran-saran yang baik untuk komunitasnya”, Arla membela diri.

“Bosan”, Carine terlihat tak berminat.

“Dia sms ‘I miss you’”, ujar Arla lagi.

Now that’s something”, Carine berkata genit.

“Bales dong”, ujar Arya.

“Udah.”, jawab Arla.

“Bales apa?”, Carine menyelidik.

“Aku bales ‘terus?’

“Arla!” , Carine shock.

“Kenapa?”, Arla berkata bingung.

“Kok gitu sih balesnya!”, Carine melotot.

 

beep beep

 

“Eh itu dia bukan? Bales apaan dia?”, tanya Carine saat mendengar bunyi sms dari telepon genggam Arla.

“Jadi gue yang deg-degan baca balesannya”, kata Arya.

“Ya nggak papa kangen aja”, Arla membacakan balasan dari Adie. Tidak lama Arla mengetik pesan selama beberapa lama.

“Nulis apa lo? Panjang amat.”, komentar Arya.

“Aku bilang ‘Kangen menurut KBBI artinya merasa ingin sekali hendak bertemu. Jadi solusinya adalah bertemu atau melakukan hal-hal yang memungkinkan untuk berinteraksi dengan orang yang dirindukan. Seperti telepon atau berkirim pesan. Namun jika ada sedikit masokisme dalam diri anda dan anda ingin mempertahankan perasaan kangen tsb, berarti anda dapat menjaga jarak yang dirasa perlu’”, jelas Arla.
Arya dan Carine menganga. Muka mereka berdua pucat pasi.

Suana menjadi hening………….dan kemudian………..

 

beep beep

 

 

“Ahh gua tegang liat balesannya!”, Carine menutup kedua mukanya.

“Dia bilang dia CUMA mau bilang ‘I miss you’”, Arya memajukan bibir bawahnya.

“Bales lagi dong”, kata Arya.

“Untuk apa?”

“Kok ngapain sih. Ya biar dia senenglah”, Carine berkata heran.

“Ya kan dia cuma mau bilang ‘I miss you’. Ini dia udah mengatakannya kepada aku. Mission accomplished kan?”, jawab Arla.

“Bilang ‘I miss you too’ kek”, kata Carine.

“Harus bohong dong”, jawab Arla lagi.

“Kenapa bohong?”, Carine bertanya tidak mengerti.

“Aku nggak kangen dia. Kan baru saja bertemu.”

“Gimana kalau lo bilang I miss you too untuk mempersimpel situasi. Biar cepet aja. Percaya deh, itu hal yang paling aman untuk dilakukan”, Carine memberi saran.

Fine, I’ll do it. I miss you too. Sent. Sudah!”, Arla berkata geram.

“Bagus”, Carine berkata puas dan melipat tangannya.

“Dia nelpon nih”, Arla menunjukkan telepon genggamnya kepada Carine. Carine melotot.

“Ya angkatlah ngapain lo unjuk-unjukin ke gue. Masuk kamar sana, ngobrol yang cakep”, Carine membalikkan badan Arla dan mendorongnya ke dalam kamar Arya.

 

5 menit kemudian

 

“Gimana?”, Carine bertanya kepada Arla yang baru saja keluar dari kamar Arya.

I don’t understand him”, Arla menunjukkan muka bingung.

“Kenapa lagi Arlaaaa?”, Carine frustrate.

“Tadi dia bilang ‘dia menelepon karena kangen saja’. Aku bilang ‘Ya kan sudah dibilang I miss you too.’ Habis itu dia bilang ‘Really?’”

Please say yes Arla”, ujar Carine.

“Iya aku bilang iya”, kata Arla.

“Alhamdulillah”.,Carine mengelus dada.

“Habis itu dia bilang ‘Beneran kangen atau cuma mau nyenengin gue aja?’”, Arla melanjutkan.

“Bah rempong ah tu laki. Rempong”, Arya memaki.

“Saat itu aku nggak tau respon apa yang sebaiknya aku ucapkan. Aku belum pernah mencatat jawaban yang baik untuk pertanyaan itu”, jelas Arla.

“Lo jawab apa?Lo jawab apa?!”, Carine semakin panik.

“Aku jawab kalau aku bilang ‘I miss you too’ supaya cepat saja. Supaya simpel. Kalau tidak tahu jawaban yang baik, ya pilihanku menjawab dengan fakta”, jawab Arla.

“Aduh Arla!”, Carine menepuk dahinya.

“Biarin aja ah biarin. Ribet tuh laki macem gitu. Rempong ah rempong! Nggak gue restuin”, omel Arya.

A little support for your sister please. Atau dia nggak akan punya pacar selamanya”, Carine mendelik ke arah Arya. “Lanjut”, Carine berkata kepada Arla.

“Lalu aku tanya kepada Adie, ‘jadi seharusnya aku bilang apa?’. Adie bilang terserah aku”, lanjut Arla.

“Terus apa yang ngebuat lo nggak ngerti?’, tanya Carine.

“Kalau benar-benar terserah aku, jadi kalau dia bilang ‘I miss you’, aku bisa jawab dengan ‘Potato’, dan itu nggak apa-apa?”, Arla menjelaskan hipotesanya.

“Lo beneran nanya itu ke dia?”, tanya Carine yang hampir menangis. Carine meremas tangan Arya mencari dukungan moral.

“Iya. Nah ini yang aneh. Habis itu dia bilang ‘sure’”, Arla mengangkat kedua tangannya dan berhenti sejenak. “ And you guys said that I’m the weird one? Cowok pilihan kamu lebih aneh”, Arla menaikkan alisnya tanda bingung.

Carine duduk dengan kaku dan menatap kosong. Arya menghembuskan nafas panjang dan berdiri.

Tenang La, masih ada yang namanya keajaiban ”, Arya menepuk-nepuk pundak Arla. “Sabar ya Rin. Gue turut berduka cita”, Arya kemudian ganti menepuk-nepuk pundak Carine.

One thought on “I miss you too?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s