Joker dan Banjir

JOKER, FAHRI, ARLA, LEGO

“Gilaaa Jakarta..keras!”, sahut Joker yang baru saja memasuki ruang tengah di rumah Arla pada suatu malam. Hari itu adalah hari Jumat. Jakarta saat itu sedang mengalami banjir dari hari sebelumnya. “La ni boleh gue makan nggak?”, Joker menunjuk iga bakar yang ada di meja makan.

“Memang untuk kalian. Tadi Arman yang masak”, sahut Arla. Hari itu Joker, Fahri, dan Lego berkumpul di rumah utama. Carine dan Arya sedang tidak ada di rumah. Arman terkenal jago masak di antara mereka. Arla juga terkadang memasak namun tidak seahli Arman. Jika Arla atau Arman mengundang makan, mereka akan pindah berkumpul di rumah utama. Walau kadang-kadang mereka juga suka memboyong makanan dari rumah utama dan tetap berkumpul di rumah lor.

“Arman mana?”, tanya Joker.

“Di kamarnya. Lagi mengerjakan sesuatu”, jelas Arla.

“Tu anak makin ke sini kok makin mirip elo sih La. Makin sering ngurung diri di kamar. Dulu kayaknya ngikut mulu kemana aja gue atau Arya pergi”, komentar Joker.

“Kamu ngomong itu seolah itu hal yang buruk saja untuk dilakukan”, sahut Arla sambil mengangkat bahu. Joker tidak mengomentari pernyataan Arla.

“Kalian nggak ada yang kena macet?”, tanya Joker.

“Klinik tempat gue kerja di daerah Selatan. Lab tempat Arla kerja juga di Darmawangsa. Amanlah kita”, ujar Lego. Arla merupakan seorang peneliti di bidang teknik biologi. Ia bekerja di laboraturium sebuah perusahaan obat. Sebelumnya Arla menemukan DNA protein untuk sebuah vaksin pencegah kanker jaringan ikat. DNA tersebut terus diteliti lebih lanjut. Selain itu terkadang ia mengajar di universitas negeri dan menjadi pembicara di berbagai seminar.

“Arya dua hari ini nggak ke kampus, dan Carine kan kerjanya di Selatan juga. Gue Alhamdulillah belum sempet pergi siaran, terus ada yang bisa gantiin gue”, ujar Fahri.

“Rese lo semua! Curang!”, Joker mengomel. “Arya mana? Rumah lor kosong sekarang?”, tanya Joker.

“Kosong. Arya lagi main hujan-hujanan. Sekalian katanya mau berenang kalau ada banjir yang cukup tinggi”, Lego memberi tahu.

“Kok tumben kamu tidak ikut, Lego?”, tanya Arla.

“Wah gue pun punya batas tenaga untuk ngimbangin ritmenya Arya”, jawab Lego.

“Hari ini masih parah keadaannya Ker?”, tanya Fahri.

“Hari ini sih mendingan. Tapi kemaren gue nggak bisa pulang. Gue nginep di kantor jadinya. Mana nggak bawa baju. Bosen parah. Dekil parah. Udah gitu kantor ternyata diliburin. Gue aja apes keburu dateng. Jadilah gue tetep kerja, tanpa teman-teman main gue di kantor. Sebelum sampe kantor ada kali gue di mobil 3 jam. Terus tadi pagi bos gue tetep nyuruh gue kerja. Adoh gue asli udah pingin banget pulang daritadi. Kampret!”, omel Joker.

“Baju dari kemarin? Nggak ganti ya lo”, tanya Fahri lagi.

“Nggak rencana bakal nginep di kantor kampret”, Joker berkata kesal.

“Lo nggak balik ke rumah Ker?”, tanya Fahri.

“Duh gue nggak butuh ngadepin nyokap bokap dulu deh sekarang. Tambah mumet gue”, Joker merebahkan badannya di sofa. “Jakarta gila tau nggak. Macetnya udah nggak ketolong lagi. Gue eneg beneran. Masa sih tiap tahun ada acara kayak gini”, Joker melanjutkan omelannya.

“Ngapain sih ngomel soal banjir sama macet. Toh lo ngomel nggak bakal surut atau lancar juga”, ujar Lego. Ucapan Lego disambut dengan reaksi yang sangat tidak bersahabat dari Joker.

“Hey DAD, gue nggak minta nasehat lo!”, teriak Joker.

“Ya emang bener kan. Mending lo enjoy aja atau coba bantu orang ngungsi atau apa kek”, kata Lego. Joker mengepalkan tangannya.

“Leg ngomong kayak gitu lagi gue hajar beneran lo. Gua ga peduli kalau gua emang nggak melakukan sesuatu terhadap banjir ini. Gua nggak peduli ada orang yang nasibnya lebih jelek daripada gua. Gua kesel hari ini. Gua nggak butuh dilarang untuk kesel. Gua cuma mau bilang ANJ**G!!”, teriak Joker seraya keluar rumah utama.

“Wah iga bakarnya kelupaan diambil. Bisa gue makan nih”, sahut Fahri.

“Jangan memberi nasehat saat seseorang jelas-jelas sedang berada pada suasana hati yang kurang baik. Kecuali jika mereka memintanya”, ujar Arla sambil mencatat di sebuah buku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s