Batu dan Berkat

ARYA
kroatische-oase-196186

(Gambar diambil dari https://nationalgeographic.nl/fotografie/foto/kroatische-oase)

Adalah empat orang kakak beradik yang sedang merantau untuk mengadu nasib. Mereka merasa kelelahan dan haus. Alangkah senang hati mereka ketika mereka berjalan melewati sebuah kolam yang terlihat bening airnya. Tak hanya kolam yang mereka temukan, tetapi rupanya ada seorang laki-laki tua yang menjaga kolam tersebut.

“Minum dan bersihkanlah dirimu sepuasnya di kolam ini. Saat kalian sudah selesai, bawalah satu batu dari dasar kolam tersebut sebagai kenang-kenangan dan tunjukkanlah kepadaku batu yang kalian pilih. Niscaya aku akan memberikan kalian sebuah berkat “, ujar sang penjaga.

Keempat kakak beradik tersebut memasuki kolam dengan hati senang. Tak disangka batu-batu di kolam tersebut berwarna-warni dan cantik-cantik.

Si sulung mengambil batu berwarna hijau. Ia menunjukkan batu tersebut kepada sang penjaga. Penjaga kolam mengatakan bahwa ia akan dilimpahi kekayaan. Si sulung pun mengambil kembali batu tersebut dengan hati yang senang. “Namun ingatlah, bahwa uang hanya dapat membeli benda. Ada banyak hal lain di dunia ini yang akan kau lewatkan, jika kau terlena dengan benda-benda berharga”, sang penjaga memberi nasihat.

Kakak kedua mengambil batu berwarna ungu. Hatinya penasaran mengenai berkat yang akan diterimanya. “Badan yang kuat dan muda. Anatomi tubuh yang tahan banting. Kau akan dikaruniai kesehatan. Kau akan banyak memiliki kemampuan untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan melebihi kemampuan orang-orang seusiamu dan kau akan bertahan hidup cukup lama. Sungguh pisau bermata dua. Ada banyak hal yang dapat kamu lakukan, tetapi bersiaplah untuk melihat orang-orang yang kau sayangi meninggal mendahului kau.”

Tanpa memperdulikan reaksi kakak kedua, penjaga kolam kemudian melihat batu yang diambil oleh kakak ketiga. “Warna yang paling sering diambil”, ujar sang penjaga. “Kau akan dapat hidup bersama selamanya dengan cinta sejatimu. Dalam beberapa hari kau akan bertemu dengan wanita yang sangat mencintaimu dan kaupun akan mencintainya. Yang perlu kau lakukan adalah menyadari bahwa yang kau miliki sangat berharga, dan berhenti membandingkan dirimu dengan orang lain, maka niscaya kamu akan sangat bahagia. Sekali kau menitik beratkan kepada apa yang tidak kau punyai, maka akan retaklah hatimu dan juga hatinya.”

Kemudian tibalah giliran si bungsu. Ia menunjukkan batu yang dipilihnya. Mata penjaga kolam membelalak saat melihat batu di tangan si bungsu. “Kau memilih warna terbaik!”, sang penjaga mengangkat batu berwarna abu-abu. “Jadilah kau orang yang bijaksana. Sadarilah bahwa di dunia ini tidak selalu hitam dan putih. Yang terlihat jahat belum tentu jahat, yang terlihat baik belum tentu baik. Kau akan dapat memahami area abu-abu dan tak ada yang akan mampu menandingimu dalam mengerti hidup orang lain”, seiring dengan selesainya ia berbicara kepada si bungsi, tubuh sang penjaga kolam menghilang Dalam perjalanan hidupnya, kakak pertama menjadi pengusaha sukses dan kaya. Ia menikahi banyak perempuan namun tidak merasakan cinta. Ia meninggal dalam kesepian. Kakak kedua melakukan berbagai macam kegiatan dan bepergian ke banyak tempat. Ia memiliki pengetahuan yang luas dan banyak memiliki pengalaman yang menarik. Tidak ada yang tahu keberadaannya sekarang. Ada isu bahwa ia hidup selamanya dan hidup dalam kesepian.

Kakak ketiga bertemu dengan seorang wanita dan menikah. Mereka memiliki anak-anak yang lucu. Ia tidak memiliki harta, namun ia merasa cukup beruntung untuk merasakan cinta kasih setiap harinya. Meski umurnya pendek, ia memiliki hidup yang bahagia dan selalu hidup di hati anak-anaknya.

Takdir membuat si bungsu menjadi penjaga kolam tempat mereka mengambil batu-batu tersebut. Selama hidupnya ia memberikan banyak berkat, dan nasihat-nasihat kepada orang lain. Sampai akhir hayatnya si bungsu tidak lagi menemukan orang yang mengambil batu berwarna abu-abu.

Si bungsu tidak memiliki harta, tidak merasakan banyak pengalaman, dan tidak memiliki istri. Namun si bungsu berhasil menguasai kemampuan untuk mengikhlaskan, dan ia pun juga meninggal dengan bahagia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s