Home » Dunia Carine » Orang Brengsek nggak Selalu Brengsek

Orang Brengsek nggak Selalu Brengsek

ALL CAST (Minus Arla dan Lego)

“Teman-teman ada yang tau Mall Central Park nggak?”, tanya Fahri pada suatu malam. Seperti biasa, dua orang tamu tak diundang, yaitu Joker dan Fahri menerabas masuk rumah lor.

“Sebelahnya Mall Taman Anggrek persiiiissss. Banci masa nggak tau sih? Banci macem apa lo?”, ejek Joker. Fahri sayangnya memang masih sering dituduh banci oleh teman-temannya meskipun gayanya tidak melambai. Fahri padahal sudah susah-susah membentuk badannya dan rajin pergi ke sasana olahraga. Namun memang malang, usahanya tersebut justru semakin membuat teman-temannya mencurigai kalau dia banci.

“Kalau dari PGC sebelah mananya?”, tanya Fahri.

“PGC apaan ya?’, tanya Joker.

“Wuah menghinaaaaa”, Fahri berteriak.

“Apaan kok menghina?”, Joker bingung. Arya yang sedang tidur-tiduran di sofa juga melihat bingung ke arah Fahri.

“Menghina apaan Ri? Daritadi dia ngatain lo banci lo anteng aja. Giliran ngungkit PGC kenapa tersinggung?”, kata Arya.

“Eh lo beneran nggak tau PGC. Muahahaha maap map Yan”, ujar Fahri sok manis. Joker bergidik geli, terutama saat Fahri memanggilnya dengan nama aslinya. Jadi Joker itu sebenarnya bernama asli Rian. Ia yang tak puas karena nama Rian dianggapnya terlalu pasaran akhirnya mempromosikan nama panggilan Joker untuk kalangan teman-temannya.

“Gue juga nggak tau PGC. Apaan sih? Carine tau nggak?”, tanya Arya pada Carine yang baru saja keluar dari kamarnya. Carine menggeleng tanda tak tahu.

“Wah pergaulan kurang heits kalo belum ke pgc. Nggak pernah gaul sama abang-abang angkot nih kalian”, jawab Fahri.

“Emang apaan Ri?”, tanya Carine

“Pusat Grosir Cililitan”, jawab Fahri bangga.

“Busyeng elo kebangetan minta ancer2 dari Cililitan!”, Joker berkata keki. (*1)

“Yee gue kan kost di daerah Fatmawati. Rumah orang tua gue di Cililitan. Nggak paham gue daerah Barat. Mall Taman Anggrek sih gue pernah liat, tapi kalau disuruh ke sana juga gue bingung. Hari Minggu besok gue ada kerjaan nge-MC di situ. Bingung gue kalau dari rumah orang tua gue jalannya ke mana”, jelas Fahri panjang lebar. Pekerjaan sehari-hari Fahri adalah penyiar radio, tetapi seringkali ia mendapat pekerjaan sampingan sebagai MC.

“Ih Fahri tadi punya pikiran irasional ya, pas ngira kalau Joker menghina dia”, komentar Carine. (baca http://rumahlor.tumblr.com/post/39998912638/pikiran-irasional)

“Jieehh baru tau aja pamer-pamer terus nih si Carine”, ejek Joker.

“Ih Carine denger aja dia. Tadi pas gue ngomong gitu bukannya situ lagi di kamar?”, tanya Fahri.

“Meski lagi dandan, kuping harus waspada dong. Siapa tau ada gosip”, jelas Carine. Ia sedang bersiap-siap akan pergi.

“Buset mau kemana ni anak? Baju lo sundal banget”, komentar Joker yang baru saja memperhatikan pakaian Carine.

“Kurang amal ya Rin?”, sahut Arya.

“Iya makanya sekali-kali gue beramal. Oke nggak Jok? Seksi nggak?”, tanya Carine.

You look great actually. Kalau seandainya lo orang asing, pasti gue ajak kenalan”, Joker menaikkan alisnya.

Wow nice try”, Carine berkata genit.

Hey I’m not even trying”, Joker berkata lebih genit lagi. Carine pada dasarnya memang tergolong sangat cantik. Ia adalah keturunan Manado. Carine tidak memiliki keturunan asing namun sering dikira setengah bule lantaran hidungnya yang mancung. Rambutnya panjang dan cokelat, serasi dengan kulitnya yang juga cokelat seperti orang yang sering berjemur. Hari ini ia mengenakan terusan selutut berwarna hitam namun di bagian kedua sisi pinggangnya tidak tertutup.

“Eh beneran Jok. That was nice. Eh Ya nggak marah kan lo?”, tanya Carine. Jadi Arya dan Joker dahulu sempat berpacaran beberapa tahun lalu sebelum Arya tinggal di rumah lor. Mereka berpacaran saat masih tahun-tahun pertama kuliah di s1. Setelah putus untungnya mereka masih berteman cukup baik, meskipun sempat berhenti bertemu selama beberapa waktu.

“Jiah gue kasih gratissss!!”, ujar Arya.

“Yee dua bulan nih!”, balas Joker. Yang dimaksud Joker adalah jangka waktu mereka berpacaran yang memang hanya dua bulan lamanya.

“Eh Jok tapi nggak apa-apa nggak nih pakai baju gini? Gue baru pertama kali pergi berdua sama cowok ini soalnya. Kata lo kan kalau baru jalan pertama kali sama cowok, baju yang paling ok dikenakan adalah yang nggak terlalu terbuka tapi pas badan”, tanya Carine sambil berputar untuk menunjukkan bajunya. Meski Carine dan Arya sering menganggap Joker menyebalkan, mereka menganggap Joker sangat berguna jika memberikan saran mengenai laki-laki. Hal ini ada hubungannya dengan Joker yang memang sering gonta-ganti pacar dan juga gonta-ganti perempuan yang bukan pacar. Menurut mereka maling itu adalah orang yang paling jeli dalam mengenali maling lainnya. Dan tidak ada orang lain yang lebih baik untuk memberikan saran mengenai laki-laki selain playboy yang ulung.

“Hmmmmm gue sih tetap pada pendirian gue Rin. Baju yang pas badan lebih minim resiko. Kalau yang ini pasti bikin cowok pingin ngajak tidur sih. Takutnya keinginan itu ngalahin keinginan untuk hubungan yang lain. Tergantung elu sih”, jelas Joker.

“Cowok yang mana nih sekarang?”, tanya Fahri.

“Ada. Baru”, ujar Carine sambil tersenyum genit. Carine ini sebenarnya mirip-mirip dengan Joker. Mereka berdua sering dekat dengan lawan jenis. Bedanya adalah Carine hampir selalu didekati laki-laki, sementara Joker biasanya senang memangsa.

“Gue cabut dulu ya”, pamit Carine.

“Mana cowoknya?Emang udah dateng?”, tanya Joker.

“Gue berangkat sendiri. Ketemuan di TKP”, jawab Carine.

“Lo pake baju kayak gitu nggak dijemput?”, tanya Joker.

“Muter-muter banget Jok kalau dia ke sini dulu. Lagian dia kan nggak tau gue pake baju kayak gini”, Carine mencari alasan.

“Siapa sih? Ni cowok yang model apa nih? Yang mau lo jaga-jaga apa mau lo obrak abrik?”, tanya Joker.

“Obrak abriklah. Bajunya nggak gini gue kalau mau dijaga-jaga”, ujar Carine.

“Kalau cowoknya dibuang sekarang aja gimana?”, sahut Joker ketus. “Inget kan gue pernah kasih tau kalian. Kalau cowok pertama kali ngajak lo jalan berdua lalu dia nggak ngejemput lo dan nggak bayarin lo makan, just dump him!”, Joker mengeluarkan teorinya. Joker memang memiliki teori dasar yang ia harapkan menjadi pedoman Arya, Carine, dan mungkin Arla nanti saat ingin berkencan. Beberapa teori Joker lainnya adalah :

‘Omongan cowok jangan ditelen bulet-bulet. Sebagian mungkin bener, tapi sebagiannya lagi itu sampah. Kalau lo telen semua, lo jadi makan sampah, kayak tong sampah’ (*2)

‘Sebutuh-butuhnya elo sama sex, inget aja kalau si cowok lebih butuh’ (*2)

‘Cowok paling parah itu adalah cowok matre’ (*3)

‘You don’t need a reason to dump someone. You don’t need a permission to leave someone’

“Aduh bodo amat ah sama teori lo”, cetus Carine.

“If he broke your heart I’ll break his neck!” (*4), Joker berkata geram. Joker memang cukup protektif terhadap teman-teman perempuannya.

“Alah menang dulu lawan Arya baru janji kayak gitu”, ujar Carine meremehkan.

“Serius gua. And then I’ll give it to the dog for their meal.”

“Jok tenang aja. Nggak ada cowok sebrengsek elo kok”, ujar Carine. “Lagian sama yang ini gue nggak bakal jatuh hati.”

“Udah ah. Nggak ada ceritanya lo pergi sendiri. Gua anterin! Nggak pake adu argumen!”, Joker berdiri dan langsung mengambil kunci mobilnya. Carine akhirnya mengikuti. Sewaktu Joker dan Carine keluar dari rumah lor, mereka berpapasan dengan Arman yang baru saja akan berkunjung.

“Tumben Carine sama Joker pergi berdua. Kalian nggak ikut?”, tanya Arman kepada Fahri dan Arya. Fahri kemudian menceritakan seluruh peristiwa yang terjadi sebelumnya.

“Joker tuh lucu ya kalau dipikir. Bisa segitu brengseknya sama perempuan, tapi bisa segitu perhatiannya sama kita. Lebih perhatian sama Carine dibanding elu, wuuu ”, kata Arya pada Fahri.

“Yeee lo juga nggak kepikiran nganterin Carine tadi”, ejek Fahri.

“Talk to my hand”, jawab Arya kurang ajar seraya menempelkan tangannya ke muka Fahri.

“Nggak nyesel dulu ngelepas dia kan Dek?”, tanya Arman kepada adik kembarnya.

“Sama sekali enggak”, jawab Arya mantap.

“Masih punya hati juga tuh ya si Joker. Mungkin karena sama teman ya”, ujar Fahri setelah memaafkan perilaku Arya dengan kilat.

“Biar gimana namanya laki butuh sosok perempuan selain nyokapnya. Model Joker jarang-jarang punya hubungan baik sama perempuan”, kata Arya.

“Brengsek kan kontekstual”, ujar Arman. Arya mengangguk-angguk.

“Kontekstual?Maksudnya? Tergantung gitu?”, tanya Fahri.

“Ya bisa dibilang gitu. Tergantung situasi. Tergantung siapa orang yang berurusan sama dia. Tergantung kapan kejadiannya”, ujar Arman.

“Kalau Joker kapan dibilang nggak brengsek? Karena dia sebenarnya masih punya hati dan kesetiaan untuk menjaga orang-orang yang dianggap teman? Gitu?”, tanya Fahri.

“Wah kalau itu sih alasannya personal. Sampai di situ gue udah nggak bisa menilai itu fakta apa bukan”, jawab Arman.“

“Kalau gue kapan konteksnya untuk nggak dinilai sebagai banci?”, tanya Fahri memelas.

“Gue sih nggak nganggep elo banci”, ujar Arman. “Beda orang beda pendapat kan”, jelas Arman lagi.

“Arman paling bisa deh lo”, Fahri tersenyum malu-malu kepada Arman. Arya bergidik geli.

“Oke sekarang gue berubah pikiran”, kata Arman mengejek. Fahri hanya bisa cemberut.

*1 Thanks bomb untuk ke-oon-annya

*2 BIG thanks to my best friend Oboy for your wisdom

*3 Ini menurut Iom

*4 Lots of love for Abang Olav

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s